Sleman kembangkan hutan bambu atasi lahan kritis

id hutan bambu

Sleman kembangkan hutan bambu atasi lahan kritis

Rumpun Bambu (sepanjangjk.wordpress.com)

Sleman (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan hutan bambu guna mengatasi lahan kritis dan lahan hampir kritis.

"Pekab Sleman memang secara khusus mengambil kebijakan pengembangan hasil hutan bukan kayu berupa tanaman bambu. Pengembangan bambu ini lebih diprioritaskan di area lahan kritis," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Widi Sutikno di Sleman, Senin.

Menurut dia, selain di area lahan kritis, dan lahan rawan kritis, penanaman bambu juga dilakukan di kawasan-kawasan aliran sungai.

"Dipilih bambu karena nanti diharapkan dapat mencukupi kebutuhan bahan kerajinan bambu di Sleman. Dengan demikian nantinya Sleman tidak perlu mendatangkan bambu dari luar daerah," katanya.

Ia mengatakan, selain itu bambu merupakan tanaman yang sangat ampuh untuk tumbuh di lahan kritis sehingga bisa mendatangkan hasil hutan bukan kayu.

"Selama ini bantaran sungai sebagai percontohan untuk tanaman bambu agar konservasi air bisa mengalir," katanya.

Widi mengatakan, akar bambu yang kuat juga dapat mengurangi debit air saat air sungai meluap.

"Akar bambu yang sangat kuat sebagai penahan erosi di area sungai," katanya.

Ia mengatakan, sejak 2013 sudah ada 30 hektare lahan kritis yang dimanfaatkan untuk ditanami bambu dan pada 2014 meningkat menjadi sekitar 40 hektare.

"Tanaman bambu sudah tersebar di sejumlah kecamatan sepewrti Prambanan, Kalasan, Ngemplak, Cangkringan dan Tempel. Bambu tersebut ditanam di sepanjang aliran sungai," katanya.

Sebelumnya Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan wilayah Kabupaten Sleman terdapat 1.000 hektare lebih lahan kritis dan sangat kritis, sedangkan 57.000 ha lebih adalah lahan yang berpotensi kritis.

"Kami senantiasa berupaya meningkatkan kepedulian masyarakat agar peduli dengan kondisi lingkungan serta melakukan pemulihan dan pelestarian hutan," katanya.

Gerakan menanam pohon juga senantiasa kami lakukan dan galakkan, khususnya di lokasi lahan kritis.

"Kerusakan hutan, mengakibatkan menurunnya daerah resapan air dan debet air di Kabupaten Sleman. Untuk mengembalikan fungsi hutan yang telah rusak, kami terus berupaya menekan laju degaradasi hutan dan deforestasi melalui melalui program rehabilitasi hutan dan lahan dengan dana APBD dan APBN serta program CSR dari berbagai pihak yang peduli lingkungan," katanya.

(V001)

Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.