Masyarakat Gunung Kidul temukan penyu terdampar

id penyu

Masyarakat Gunung Kidul temukan penyu terdampar

Ilustrasi, Pendaratan Penyu (Foto Antara)

Gunung Kidul, (Antara Jogja) - Masyarakat di sekitar Pantai Nglambor Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan penyu langka berukuran 70x50 centimeter dalam keadaan mati.

Salah seorang pengelola alat Snorkling Pantai Nglambor Yusuf Adhitya Putratama di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan penemuan penyu tergolong besar tersebut saat dirinya memandu wisatawan snorkling di pantai.

"Salah seorang wisatawan melaporkan ada penyu terdampar di pantai," kata dia.

Setelah mendengar informasi tersebut, kata Adhitya, dirinya bersama wisatawan dan masyarakat melihat kondisi penyu tersebut tetapi sudah dalam keadaan mati.

Usai berfoto-foto dengan penyu yang mati, warga membiarkan penyu tersebut kembali terbawa ombak. Mereka khawatir terkena jeratan hukum jika mengambil bangkai penyu.

Ia mengatakan beberapa waktu lalu ada sosialisasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunung Kidul tentang perlindungan penyu.

"Masyarakat takut terjerat hukum bila memanfaatkan bangkai penyu tersebut," katanya.

Adhitya mengatakan peristiwa ini baru pertama kali di pantai yang sedang ramai dikunjungi wisatwan yang melakukan snorkling. "Baru pertama kali ada penyu terdampar," katanya.

Sebelumnya Kepala DKP Gunung Kidul Agus Priyanto mengatakan pemerintah kabupaten sudah melakukan inventarisasi pantai lokasi pendaratan penyu. Ada enam pantai yang menjadi lokasi pendaratan penyu yakni Pantai Woh Kudu, Kayu Arum, Porok, Ngrumput, Seruni, dan Ngitun. Pemerintah kabupaten sendiri saat ini tengah mempersiapkan konservasi penyu.

"Ada 25 pantai yang berpotensi sedang untuk lokasi pendaratan penyu, dan ada enam pantai yang berpotensi tinggi," katanya.

Ia mengatakan ada lima jenis penyu yang ada di Gunung Kidul yakni penyu hijau, sisik, abu-abu, tempayan, dan pipih.

"Ada lima jenis penyu di sini, dan semua dilindungi," kata Agus.***4***

(U.KR-STR)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.