Tanaman kopi di Merapi mati kekeringan

id tanaman kopi

Ilustrasi tanaman yang mati (Foto ditjenbun.deptan.go.id)

Sleman (Antara Jogja) - Sekitar 2,5 hektare tanaman kopi di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mati akibat kekeringan.

Tanaman kopi mati akibat kemarau panjang. Selain udara yang cukup panas, kopi tidak ada pohon-pohon perindang di sekitarnya, kata Ketua Koperasi Usaha Bersama (KUB) Kebun Makmur Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sumijo, Jumat.

Menurut dia, tanaman yang mati tersebut berada di lahan yang pada erupsi Merapi 2010 terlewati lahar panas.

"Jadi tanaman kopi yang mati tersebut merupakan tanaman yang baru. Penanaman baru dilakukan awal tahun ini," katanya.

Ia mengatakan sebenarnya tanaman kopi bisa bertahan asalkan banyak pohon perindang di sekitarnya yang dapat menahan sinar matahari.

"Pohon-pohon perindang seperti sengon, lamoro, atau yang lainnya di lahan tersebut belum ada. Sehingga tanaman kopi banyak yang kering. Belum lagi daun-daunnya yang menjadi kuning. Tapi yang daunnya mengering masih bisa diselamatkan," katanya.

Sumijo mengatakan tanaman yang mati tersebut harus diganti dengan tanaman baru.

"Para petani harus kembali menanam bibit yang baru. Selain didapatkan dari koperasi, juga bisa nantinya diajukan ke dinas terkait. Awal musim hujan nanti baru bisa menanamnya lagi," katanya.

Ia mengatakan meski masih ada tanaman baru yang tidak berhasil, namun angkanya mulai mengecil. Di tahun sebelumnya, sekitar 60 hektare tanaman kopi mati.

(V001)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar