Perajin serat tumbuhan tidak diuntungkan melemahnya rupiah

id serat

Perajin serat tumbuhan tidak diuntungkan melemahnya rupiah

Ilustrasi (Foto Istimewa)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Perajin serat tumbuhan di Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak mendapatkan keuntungan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, meski produk kerajinan diekspor ke Eropa.

Anggota Paguyuban Bina Karya Lestari Nanggulan Agus Riyanto di Kulon Progo, Jumat, mengatakan dirinya dan anggota Paguyuban Bina Karya Lestari mengekspor kerajinan ke Eropa dan Amerika melalui trading, sehingga harga sudah ditentukan.

"Kami melakukan kerja sama melalui trading. Mereka yang berurusan dengan asing, sehingga kami tidak tahu kenaikan harga kerajinan kami. Saat kami minta harga produk dinaikkan, mereka tidak mau," kata Agus.

Namun demikian, ia mengatakan permintaan kerajinan mengalami kenaikan hingga 30 hingga 50 persen sejak beberapa bulan terakhir. Biasanya, trading hanya minta 1.000 set, sekarang mencapai 1.200 hingga 1.500 set setiap bulannya.

"Sejauh ini, permintaan barang meningkat tajam, begitu juga pasar lokal seperti di Kota Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan Bali," katanya.

Agus mengatakan harga kerajinan serat tumbuhan cukup murah. Semua tergantung dari bentuk dan ukuran. Rata-rata, ongkos produksi satu set kerajinan mencapai Rp70 ribu. Sehingga, dirinya menjual kerajinan antara Rp80 ribu hingga Rp100 ribu.

"Pengerjaan kerajinan menerapkan sistem borongan. Biaya produksi tidak naik," kata dia.

Selain itu, ia mengatakan tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku. Setiap minggu, mendapat pasokan dari perajin serat pandan Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Sejauh ini, kami tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan serat tumbuhan. Setiap bulan saya membeli serat tumbuhan pandan sebanyak dua ton atau Rp13 juta," katanya.

Hal yang sama diungkapkan perajin serat tumbuhan Nanggulan, Sudarto mengatakan dirinya tidak mendapat keuntungan dengan tingginya harga dolar.

"Harga kerajinan kami masih sama, tidak naik. Begitu juga biaya produksi tidak kami naikkan," katanya.

KR-STR
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar