Pemerintah hadirkan akses internet terjangkau tanpa serat optik

id komdigi,akses jaringan,digitalisasi

Pemerintah hadirkan akses internet terjangkau tanpa serat optik

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan pidato sambutan dalam iLearn Seminar bertema Reinforcing Insurance Governance Through Data Management and PDP Alignment di Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025). ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menghadirkan akses internet terjangkau tanpa serat optik untuk mewujudkan konektivitas digital yang inklusif dan terjangkau.

“Ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah deklarasi yang kuat akan visi, komitmen, dan tindakan bersama menuju Indonesia yang berdaya digital," kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Dalam penandatanganan kontrak komersial antara SURGE, OREX SAI Jepang, dan distributor lokal, di Jakarta pada Rabu (12/11), Nezar menegaskan kolaborasi penyediaan layanan internet cepat menjadi terobosan nyata untuk mempercepat akses digital di seluruh Indonesia.

Teknologi yang diadopsi dalam proyek ini berbasis Fixed Wireless Access (FWA) 5G di frekuensi 1,4 GHz.

Teknologi ini memungkinkan layanan internet berkecepatan tinggi tanpa perlu menunggu pembangunan jaringan fiber optik yang selama ini menjadi kendala utama di banyak wilayah.

Baca juga: Generasi muda Indonesia menaruh minat tinggi kembangkan AI

“Ini bukan hanya tentang menghubungkan orang. Ini tentang menyediakan akses berkecepatan tinggi yang terjangkau. Teknologi ini dirancang untuk melewati proses pemasangan fiber optik bagi semua orang yang tradisional, mahal, dan memakan waktu,” ujar Nezar.

Pemerintah menilai langkah ini selaras dengan strategi nasional untuk mempersempit kesenjangan digital dan memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia.

Baca juga: Jurnalisme berkualitas tak bisa digantikan AI

Data menunjukkan tingkat penetrasi internet pita lebar tetap di Indonesia masih rendah, dengan kecepatan unduh yang berada di posisi kesembilan dari sepuluh negara ASEAN.

Biaya internet tetap juga masih tergolong tinggi dibanding negara lain di kawasan.

“Masalahnya bukan hanya teknis, tapi menyangkut keadilan digital. Internet cepat tidak boleh hanya dinikmati segelintir wilayah. Dengan kolaborasi ini, kita bawa akses setara ke seluruh masyarakat,” ujar Nezar.

Proyek ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif melalui kemitraan strategis antara sektor publik dan swasta.

Pemerintah mendukung penuh inisiatif ini dengan memberikan akses pada sumber daya vital, termasuk penggunaan frekuensi 1,4 GHz, untuk mendukung pengembangan teknologi nirkabel berkecepatan tinggi.

Baca juga: Kemkomdigi memperkuat upaya perlindungan anak dari deepfake di ruang digital

Kerja sama Indonesia–Jepang ini berawal dari nota kesepahaman di bidang digital dan komunikasi yang kini berlanjut ke tahap implementasi.

Melalui proyek ini, pemerintah berharap manfaat internet cepat dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama pelaku UMKM, sektor pendidikan jarak jauh, dan layanan telemedisin di daerah.

“Kita berbicara tentang masa depan di mana konektivitas berjalan lancar, inovasi didemokratisasi, dan teknologi menjadi mesin penggerak sejati bagi kemajuan nasional,” ucapnya.





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah hadirkan akses internet terjangkau tanpa serat optik

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.