
Cabup Sleman : desa mandiri bisa terwujud

Sleman, (Antara Jogja) - Calon Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Yuni Satia Rahayu menegaskan mimpi desa mandiri dengan skema membangun dari padukuhan merupakan hal realistis yang bisa terwujud.
"Mimpi kita memang membangun dari desa, ada kesenjangan antara kawasan timur dan kawasan barat Sleman yang butuh diseimbangkan," kata Yuni Satia Rahayu saat berdialog bersama wartawan, Senin.
Menurut dia, alokasi bantuan ke padukuhan bisa bantu warga masyarakat untuk realisasikan perencanaan program sesuai kebutuhan.
"Jika melihat postur APBD Sleman yang mencapai Rp2,2 triliun, alokasi bantuan pembangunan untuk padukuhan sebesar Rp50 juta bisa digunakan rakyat bangun aneka fasilitas infrastruktur irigasi pertanian, perbaikan jalan desa maupun stimulus untuk membuka lapangan pekerjaan di desa," katanya.
Ia mengatakan, saat ini berdasarkan catatan selama menjadi ketua tim penanggulangan kemiskinan, masih ada kebutuhan 20.000 jamban bagi keluarga miskin.
"Penanganan kemiskinan tentu butuh kebijakan alokasi anggaran cukup," katanya.
Cabup nomor urut 1 yang berpasangan dengan Danang Wicaksana Sulistya ini mengatakan, membangun dari desa, bermakna mewujudkan desa mandiri dengan program aksi salah satunya membangun 4.000 rumah tidak layak huni, "by name by address".
"Selebihnya ada target bisa merealisasikan sambungan listrik bagi 4.250 rumah tangga yang belum teraliri listrik," katanya.
Calon yang diusung PDIP dan Gerindra serta didukung PKS ini merasa yakin APBD Sleman kalau dikelola baik mampu, untuk salurkan bantuan desa Rp1 miliar hingga Rp2 miliar bagi program penguatan kedaulatan pangan.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Eko Suwanto mengatakan pemimpin Sleman ke depan harus mampu wujudkan pemerintah Sleman dan pemerintahan desa yang melayani, melindungi dan memberdayakan rakyat tanpa korupsi (zero tolerance for corruption).
"Desa mandiri istimewa itu, harus bisa wujudkan Sleman bebas jalan rusak. Mewujudkan pasar tradisional yang istimewa. APBD Sleman dan APBDesa harus membawa rakyat bisa bekerja. Rakyat Sleman bebas dari kematian ibu dan balita saat melahirkan, bebas gizi buruk dan bebas anak putus sekolah," katanya.***2***
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
