Logo Header Antaranews Jogja

Kementerian ESDM kembangkan GasMin batu bara hemat biaya

Senin, 7 Desember 2015 19:19 WIB
Image Print
ilustrasi (antarafoto.com)

Kulon Progo, (Antara Jogja) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengembangkan GasMin Batu Bara untuk industri tahu di Desa Tuksono, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mampu menghemat biaya energi hingga 66,4 persen.

Peneliti GasMin Batu Bara Puslitbang Enegi dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM Yeny Sofaeti di Kulon Progo, Senin, mengatakan GasMin batu bara didesain untuk industri kecil menengah (IKM) pada energi yakni produksi terus menerus minimal delapan jam per hari.

Komisioning unit GasMin untuk IKM tahu telah selesai dilakukan dan mempunyai kinerja yang cukup baik, konsumsi batu bara tujuh kilogram per jam, dengan waktu operasi delapan jam.

"Setiap proses 7,5 kg kedelai menghasilkan 400 potong tahu. Hasil penghitungan perbandingan biaya energi untuk pembuatan tahu, GasMin dapat menghemat 66,4 persen biaya energi dibandingkan dengan biomas serbuk," kata Yeny.

Ia mengatakan berdasarkan informasi pelaku IKM Tahu Adjid Marjito bahwa setiap hari dirinya menghabiskan uang Rp500 ribu bahan bakar serbuk untuk dua kali masak, atau Rp250 ribu setiap 1,5 kuintal serbuk setiap masak. Sementara biaya bahan bakar GasMin batu bara pada IKM tahu yaknk 60 kg batubara per masak untuk dua tungku. Setiap satu kg batubara Rp1.400 per, artinya selama delapan jam produksi hanya membutuhkan biaya Rp84 ribu.

"Biaya produksi hemat Rp166 ribu atau 66,4 persen," katanya.

Namun demikian, ia mengatakan Puslitbang TekMira belum akan memberikan bantuan kepada 25 perajin tahu di Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo.

VIa berharap dengan adanya pusat pengembangan GasMin batubara, perajin tertarik dan membangun secara mandiri.

Menurut dia, GasMin batubara untuk IKM ini bisa diperkecil volume bahan bakar untuk IKM tahu dengan kemampuan produksi di bawah 100 kg. Setiap GasMin batu bara menghabiskan biaya Rp15 juta hingga Rp50 juta tergantung besarannya.

"Biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan GasMin batu bara bisa kembali dalam waktu 1,5 tahun hingga dua tahun," katanya.

Ketua Kelompok Tahu Murni Desa Tuksono Ponimin mengatakan sebanyak 25 perajin tahu di Desa Tuksono sangat tertarik membangun GasMin Batubara, hanya saja ia berharap ada bantuan dari pemerintah. Harga untuk membuat GasMin batubara sangat besar.

"Kami mau mengeluarkan biaya pembuatannya, kami juga berharap ada searing dengan pemerintah. Sejak uji coba bahan bakar batu bara ini, kami selalu mengamati, biaya produksi bahan bakar memang irit dan proses pembuatan tahu juga lebih cepat," katanya.

Kepala DisperindagESDM Kulon Progo Niken Probo Laras mengatakan uji coba GasMin batubara di Desa Tuksono ini selama enam bulan. Kedepan, bila alat ini bisa menghemat biaya produksi bahan bakar dan perajin tahu tertarik menggunakannya, maka tim dari UGM akan mengembangkannya.

"Kalau hasilnya bagus, UGM akan mengembangkan dan mencarikan skema anggaran pembuatan, apakah ditanggung perajin atau bagaimana. Kita tunggu hasilnya enam bulan ke depan," kata dia.***1***

(KR-STR)




Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026