Bantul pastikan bantuan pestisida petani layak pakai

id pestisida

Bantul pastikan bantuan pestisida petani layak pakai

Ilustrasi hama wereng butuh pestisida untuk pengendalian (FOTO ANTARA/Siswowidodo)

Bantul (Antara) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan bantuan pestisida yang telah diberikan ke petani untuk mengendalikan serangan wereng batang cokelat masih layak pakai.

"Kedaluwarsanya pestisida tidak sebahaya produk olahan pangan, dan selama kemasan tidak rusak toksin masih tinggi, sehingga tetap layak pakai," kata Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Widodo di Bantul, Selasa.

Menurut dia, pihaknya telah mendistribusikan pestisida kepada ratusan petani di Bantul untuk mengendalikan serangan wereng batang coklat yang melanda tanaman padi mereka sejak serangan dilaporkan pada awal Februari 2016.

Dari pestisida yang diberikan kepada petani di wilayah Desa Donotirto Kretek, diakui ada yang sudah melewati batas pemakaian atau kadaluwarsa, sebab dalam kemasan pestisida tersebut tertulis "baik digunakan sebelum 2011".

"Karena pestisida itu tahan sangat lama ketika dilakukan penyimpanan dengan baik dan benar, dengan begitu dosisnya masih sama, sehingga pestisida tahun 2011 masih bisa dipakai pada 2016 karena masih layak," katanya.

Terkait adanya ketidakberhasilan petani dalam mengatasi serangan wereng cokelat, ia mengatakan, hal itu bukan disebabkan pestisida yang sudah kadaluwarsa, melainkan cara aplikasi maupun campuran hingga penyemprotan.

"Gagalnya pengendalian wereng tidak hanya dipengaruhi pestisida, namun juga dipengaruhi cara aplikasi, benar tidaknya petani buat formula, benar tidak tempat semprotnya, karena kalau pun pestisida mahal kalau tidak aplikatif ya tidak berhasil," katanya.

Dengan demikian, kata dia, pihaknya berharap petani bisa menggunakan pestisida dengan benar dan menyemprot pada sasaran yang tepat, dan tidak mempermasalahkan kedaluwarsanya pestisida bantuan pemerintah.

Sebelumnya, petani di Dusun Greges, Desa Donotirto, Yudi Harjono mengatakan serangan wereng penghisap batang padi di daerahnya muncul sekitar dua minggu lalu saat padi sedang mulai mengalami pembuahan dengan usia 60 sampai 20 hari.

Karena serangan hama tersebut, petani kemudian melaporkan ke mantri tani atau petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan direspons dengan memberikan bantuan pestisida untuk mengendalikan serangan.

"Sudah disemprotkan, namun wereng masih belum terkendali, kemudian waktu kita cek pada botol kemasan obat ternyata tulisannya `baik digunakan sebelum tahun 2011`, padahal sekarang sudah tahun 2016," katanya.

Pihaknya berharap ke depan Dinas Pertanian lebih cepat tanggap, sebab serangan hama wereng cokelat sangat cepat, bahkan ada beberapa hektare sawah di daerahnya yang mengalami gagal panen akibat serangan itu.

(KR-HRI)

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.