Pemkab pastikan pestisida kedaluwarsa bukan pengadaan Bantul

id pestisida

Pemkab pastikan pestisida kedaluwarsa bukan pengadaan Bantul

Kabupaten Bantul (Foto Istimewa) (istimewa)

Bantul (Antara) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan pestisida kedaluwarsa yang telah disalurkan ke petani untuk mengendalikan wereng batang coklat bukan merupakan pengadaan instansinya.

"Sudah saya cek, kami tidak pernah membeli atau melakukan pengadaan pestisida kimia, jadi itu (pestisida kedaluwarsa) bukan dari kita," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Partogi Dame Pakpahan di Bantul, Jumat.

Pihaknya membenarkan pestisida jenis insektisida merk Tsubame dan Burprosida yang diberikan kepada para petani Dusun Greges, Desa Donotirto Kecamatan Kretek sudah kedaluwarsa, sebab tertera tulisan "Sebaiknya digunakan sebelum 2011" dalam kemasannya.

Menurut dia, kedua jenis insektisida tersebut merupakan obatan-obatan kimia yang diambil dari Dinas Pertanian DIY, namun dalam persoalan serangan wereng batang coklat di Bantul, pihaknyalah yang menyalurkan ke petani.

"Kami memang rutin melakukan pengadaan obat-obatan untuk mengendalikan hama pertanian, namun obat-obatan yang dibeli adalah organik," katanya.

Terkait dengan penyaluran pestisida tersebut, pihaknya memaklumi tidak sempat mengecek satu per satu pestisida sebelum diberikan ke petani, sebab serangan wereng coklat mencapai seluas 140,9 hektare di wilayah Kecamatan Kretek, Sanden, Srandakan dan Bambanglipuro.

Apalagi, menurut dia, yang memberikan bantuan insektisida adalah Dinas Pertanian DIY, sehingga pihaknya percaya, dan setidaknya pihaknya menerima bantuan 350 liter pestisida untuk disalurkan ke petani yang lahan terkena wereng.

Ia mengatakan, setelah ditelusuri dua merek insektisida yang berasal dari Dinas Pertanian DIY ternyata bantuan pemerintah pusat, sebab Dinas Pertanian DIY sudah dua tahun tidak melakukan pengadaan insektisida kimia.

"Itu karena hama wereng merupakan siklus tujuh tahunan yang terakhir pada 2011, sehingga itu drop-dropan (bantuan) lama juga," kata Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Widodo.

Sebelumnya sejumlah petani di Dusun Greges, Donotirto mengeluh bantuan insektisida dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul yang kedaluwarsa, akibatnya wereng coklat yang menyerang 20 hektare tanaman padi tidak terkendali, 60 persen di antaranya gagal panen.

(KR-HRI)

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.