
Pemkab minta petani cegah wereng sejak persemaian

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta para petani padi di daerah ini mencegah perkembangbiakan hama wereng batang coklat sejak masa persemaian atau saat pembenihan.
"Mulai sekarang kita harus melakukan upaya untuk menghindari wereng mulai dari persemaian karena kalau tidak serangan akan mengalami puncaknya pada Juni-Juli nanti," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Partogi Dame Pakpahan di Bantul, Senin.
Menurut dia, serangan wereng batang coklat pada ratusan hektare tanaman padi yang dilaporkan petani awal Februari sampai sekarang masih ada, meskipun sudah berkurang drastis setelah ada pengendalian dengan penyemprotan pestisida massal.
Namun demikian, kata dia, berdasarkan penelitian dari dua profesor ahli hama dan penyakit UGM, bahwa serengan wereng batang coklat di Bantul masih tahap awal, sehingga ada kemungkinan terjadi ledakan secara nasional jika tidak ditangani dengan baik.
"Kami juga terus melakukan sosialisasi agar petani di dalam melakukan persemaian ada perlakuan khusus, yaitu tanah disemprot dengan pestisida organik dan bukan non-organik, setelah itu petani menghindari bibit atau varietas yang tidak tahan wereng," katanya.
Ia mengatakan, seluruh varietas padi memang bisa terkena serangan wereng penghisap cairan batang padi, hanya saja ada sejumlah varietas yang tidak tahan wereng di antaranya Inpari 23 dan Situbagendit, sehingga perlu diganti dengan varietas yang lebih tahan.
"Upaya kedua yaitu kembali memperbaiki kualitas tanah dengan menggunakan pupuk organik yang ekstrim, karena kualitas tanah yang sudah di tahun dulu terlalu banyak menggunakan nupuk non-orgaik sehingga kandungan nitrogen melebihi," katanya.
Sementara itu, menurut dia, serengan wereng batang coklat pada musim tanam ini terjadi karena iklim yang kurang bersahabat, panas dan hujan yang tidak teratur, sehingga menyebabkan kelembaban tinggi hingga memicu perkembangan bakteri, hama dan virus tanaman.
"Makanya serangan wereng paling bahaya pada Juni-Juli nanti, itu bisa merata di seluruh 17 kecamatan, karena saat itu merupakan puncak serangan, sehingga diharapkan nanti secara klimatologi masuk musim kering yang tidak terkendalikan," katanya.
KR-HRI
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
