
Bondowoso lakukan studi banding penanggulangan kemiskinan Sleman

Sleman (Antara Jogja) - Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, melakukan studi banding tentang upaya penanggulangan kemiskinan ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat.
Studi banding yang diikuti sebanyak 16 orang TKPKD Pemkab Bondowoso tersebut dipimpin Sekertaris Daerah Pemkab Bondowoso Hidayat.
Dalam kesempatan tersebut Hidayat mengungkapkan bahwa tujuannya melakukan studi banding di Kabupaten Sleman adalah untuk melakukan komparasi mengenai penanganan kemiskinan yang akan digunakan sebagai bahan masukan penanganan kemiskinan di wilayahnya.
"Kemiskinan merupakan masalah yang perlu ditangani secara lintas sektoral, terpadu, berkesinambungan dan sinergis. Komitmen pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara integral, baik dari aspek pemenuhan kebutuhan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan, serta aspek pengembangan ekonomi produktif," katanya.
Asisten Sekertaris Daerah Kabupaten Sleman, Bidang Pemerintahan Jazim Sumirat mengatakan untuk menurunkan jumlah angka kemiskinan, Pemkab Sleman melakukan kebijakan yang ditujukan pada upaya pemberdayaan masyarakat.
"Melalui Pemberdayaan masyarakat ini, Pemkab Sleman berupaya memfasilitasi dan mendorong masyarakat agar mampu mandiri, berkarya, berusaha serta dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki secara optimal dan berkesinambungan," katanya.
Menurut dia, melalui program-program pemberdayaan ini pula, masyarakat diharapkan turut aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan bersama-sama pemerintah mewujudkan kesejahteraan.
"Guna mengoptimalkan penanggulangan kemiskinan Pemkab Sleman senantiasa berupaya mengoptimalkan keberadaan Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) baik yang ditingkat kabupaten, kecamatan, desa, bahkan juga tingkat dusun, 1212 dusun di Sleman telah memiliki TPK," katanya.
Ia mengatakan, keberadaan TPK baik di tingkat kecamatan, desa dan dusun telah mampu mengkoordinasikan dan mensinergikan berbagai program dan kegiatan untuk penanggulangan kemiskinan, bahkan keberadaannya mampu mengembangkan inovasi kegiatan yang memanfaatkan potensi lokalnya.
"Dalam memotivasi kinerja dan ketertiban administrasi Pemkab Sleman secara rutin pada akhir tahun mengadakan TPK Award bagi TPK kecamatan, desa dan dusun," katanya.
Jazim mengatakan, sejak 2014 Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengintegrasikan Basis Data Terpadu (BDT) ke dalam Sistem Informasi Kemiskinan (SIM). Keunggulan dari pengintegrasian ini adalah penyusunan perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan lebih terkoordinir serta diperolehnya satu sumber data kemiskinan yang menjadi rujukan bagi seluruh SKPD serta instansi lainnya.
"Dengan adanya data terpadu, pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman menjadi lebih efisien," katanya.
Ia mengatakan, upaya penanggulangan kemiskinan secara sinergi dan terpadu, telah mampu menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman.
"Pada pendataan 2012 jumlah KK miskin sebesar 49.471 KK, turun menjadi 45.037 KK pada 2013 dan turun kembali pada 2014 menjadi 43.790 KK," katanya.
V001
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
