
Dishub Bantul belum pertimbangkan pelebaran jalan wisata

Bantul, (Antara Jogja) - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga kini belum mempertimbangkan pelebaran jalan wisata menuju kawasan Pantai Depok Parangtritis meskipun saat-saat musim liburan akses jalan tersebut dipadati kendaraan wisatawan.
"Kalau pelebaran jalan (menuju Pantai Depok) sampai sekarang belum kita pikirkan, karena sejauh ini untuk mengantisipasi kemacetan dengan menerapkan rekayasa lalu lintas sudah efektif," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Suwito di Bantul, Senin.
Diakui jalur wisata menuju Pantai Depok yang berada di sebelah barat Pantai Parangtritis dipandang kurang lebar, karena hanya bisa dilalui dua kendaraan roda empat secara berpapasan, sehingga tidak jarang arus wisatawan tersendat ketika ada bus pariwisata berpapasan dengan mobil lain.
Namun demikian, pihaknya mengklaim keruwetan lalu lintas kendaraan wisatawan itu terjadi jika tidak ada rekayasa lalu lintas berupa pemberlakuan satu jalur yang jalur menuju Pantai Depok difokuskan bagi kendaraan yang ke luar objek, sementara arus masuk melalui simpang tiga sebelah utara Pantai Parangtritis.
"Selama ini pada `event-event` tertentu yang mendongkrak kunjungan kita lakukan rekayasa lalu lintas, kalau hari-hari biasa arus wisatawan normal, justru kalau mau pelebaran jalan itu malah rumit, lebih-lebih ada tanah milik pribadi," katanya.
Sementara itu, ditanya terkait kemacetan arus wisatawan yang terjadi di jalur tembus Pantai Parangtritis dan Depok pada puncak penyelenggaraan Jogja Air Show (JAS) Minggu (27/3), pihaknya menduga sebagai akibat dari kurangnya kesadaran pengemudi meskipu lalu lintas sudah diarahkan personel lalu lintas.
"Yang namanya kesadaran berlalu lintas di negara kita memang masih payah, dan itu dilakukan tidak hanya orang-orang yang berpendidikan rendah, namun juga berpendidikan tinggi juga seperti itu, sehingga bisa jadi itu ada yang tidak mengindahkan arahan," katanya.
Namun demikian, kata dia, pihaknya mengaku belum mendapat laporan resmi dari petugas lapangan yang diterjunkan saat itu, penyebab kemacetan akibat jalur wisata tembus Parangtritis dan Depok yang seharusnya satu arah namun digunakan dua arah yang sebaliknya.
"Kemarin sudah diantisipasi supaya keluarnya satu arah, namun kalau rekayasa itu berjalan maksimal saya kira arus kendaraan lancar meskipun padat, namun terkait itu saya belum mendapat laporan dari bidang lalu lintas," katanya. ***1***
(KR-HRI)
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
