Bantul, (Antara Jogja) - Kredit mikro yang digulirkan Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyasar sebanyak 1.325 pedagang pasar tradisional di Kabupaten Bantul, kata Pimpinan Bank BPD DIY Cabang Bantul Dian Ariani.
"Khusus untuk kredit mikro pedagang sudah dinikmati sebanyak 1.325 orang sampai dengan sekarang dan tentu ke depan kami akan meningkatkan, apalagi ada tiga pasar baru," katanya usai sarasehan dan sosialisasi kredit mikro kepada pedagang pasar se-Bantul di Bantul, Kamis.
Menurut dia, kredit mikro Bank BPD DIY khusus untuk pedagang pasar tradisional di Bantul belum lama digulirkan, dan setidaknya ada tiga macem kredit mikro, yaitu kredit mikro makaryo, mikro makarti dan mikro angkringan yang sudah dinikmati pedagang pasar setempat.
"Kalau kredit mikro angkringan mulai dari Rp1 juta sampai Rp10 juta, kredit makaryo dari Rp6 juta sampai Rp200 juta. Sekarang ini kami juga punya kredit usaha rakyat (KUR) dengan suku bunga sembilan persen per tahun, untuk KUR bisa sampai Rp500 juta," katanya.
Dian mengatakan, sejumlah kredit dengan bunga ringan yang tidak memberatkan pedagang tersebut sebagai upaya lembaga perbankan ini dalam membantu pemerintah daerah memerangi rentenir-rentenir yang berkeliaran di pasar-pasar tradisional dan seringkali menjerat pedagang karena bunga tinggi.
Bahkan, kata dia, pihaknya mempunyai petugas khusus yang berkeliling ke pasar-pasar tradisional untuk memberikan kredit mikro secara langsung kepada pedagang, selain itu juga menawarkan kepada pedagang agar menyisihkan uang untuk ditabung di bank tersebut.
"Jadi mereka datang ke pasar itu selain memberikan kredit juga ambil angsuran ataupun cuma menabung, jadi mau nabung tiap hari bisa dan mereka (pedagang) tidak perlu meninggalkan pasar untuk datang ke bank, kita yang `jemput bola` langsung ke pasar," katanya.
Dengan demikian, kata dia, pedagang pasar tradisional bisa mendapat kemudahan dalam mengakses kredit mikro di lembaga perbankan ini, bahkan tidak perlu meninggalkan barang dagangan di pasar, sehingga mereka tetap bisa beraktivitas berjualan seperti biasa.
"Kami tidak harus menunggu di kantor, tetapi langsung datangi ke pedagang. Kami punya petugas khusus di setiap pasar di Bantul, dan saat ini sudah di 26 pasar yang kami layani," katanya.***3***
(KR-HRI)
