Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Sabtu (31/1).
BMKG dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyoroti potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, terutama di provinsi-provinsi di pulau Jawa dan sekitarnya.
Dalam keterangan resmi, BMKG menetapkan sejumlah wilayah di Indonesia pada status Siaga (hujan lebat – sangat lebat) pada 31 Januari 2026.
Wilayah yang masuk kategori Siaga antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, daerah lain seperti Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Papua Pegunungan juga diwaspadai karena potensi curah hujan tinggi.
Informasi peringatan dini ini dipublikasikan oleh BMKG melalui saluran resmi, antara lain akun Instagram resminya, sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan publik menghadapi cuaca ekstrem.
BMKG juga menjelaskan potensi dampak bencana hidrometeorologi seiring hujan lebat ini. Pada level Waspada, BMKG mencatat kemungkinan timbul genangan air di jalan, luapan sungai kecil, dan longsor ringan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Adapun pada level siaga, hujan lebat hingga sangat lebat dapat memicu banjir, banjir bandang, dan longsor yang berdampak signifikan terhadap aktivitas warga, layanan publik, maupun infrastruktur yang ada.
Kondisi tersebut berisiko mengganggu transportasi, pasokan listrik, dan fasilitas umum lainnya jika tidak diantisipasi dengan baik.
BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mengikuti pembaruan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang akan datang.
