IWAPI minta bunga KUR kembali turun

id IWAPI minta bunga KUR kembali turun

IWAPI minta bunga KUR kembali turun

IWAPI Prov.D.I.Y (iwapi.jogja.com)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) meminta pemerintah kembali menurnkan suku bunga kredit usaha rakyat hingga menyentuh 4 persen untuk menjaga ketahanan pengusaha perempuan yang bergelut di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

"Di Thailand pemerintah mendukung pelaku usaha dengan memberikan bunga pinjman modal hingga 2,2 persen. Karena di Indonesia jumlahnya (UMKM) lebih banyak paling tidak suku bunga bisa menyentuh 4 persen," kata Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi di sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IWAPI DIY 2016 di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Nita, bunga kredit usaha rakyat (KUR) yang saat ini mencapai 9 persen masih relatif tinggi dan memberatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Apalagi untuk pengusaha perempuan yang jika tidak dijaga keberlanjutannya bisa gulung tikar," kata dia.

Ia menyebutkan, saat ini sektor usaha di Indonesia yang bergelut di sektor UMKM mencapai 96 persen, dengan persentase pengusaha perempuan mencapai 60 persen.

Menurut dia, kendati pemerintah telah berupaya menurunkan bunga KUR dari 22 persen menjadi 12 persen pada 2015, dan turun kembali menjadi 9 persen pada awal 2016, IWAPI tetap terus mendorong pemerintah mengupayakan kembali penurunan KUR hingga efektif membantu pertumbuhan UMKM.

"Kami mengapresiasi upaya yang telah ditempuh pemerintah, namun kami akan tetap menyuarakan agar bunga KUR bisa diturunkan kembali," kata dia.

Hal itu, menurut Nita, juga penting untuk memberika penguatan daya saing UMKM menghadapi arus produk dari negara yang lain yang masuk ke Indonesia di Era Masyarakat ASEAN (MEA).

"Dengan kemudahan-kemudahan akses permodalan yang diberikan pemerintah, insyaAllah geliat pertumbuhan pengusaha perempuan di sektor UMKM akan tetap terjaga," kata dia.

(T.L007)

Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.