
Dispar Sleman kolaborasikan event budaya dan wisata

Sleman, (Antara Jogja) - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tetap akan mengemas event budaya sebagai daya tarik pariwisata.
"Meskipun saat ini sudah ada Dinas Kebudayaan, namun kami tetap berkolaborasi mengemas event budaya sebagai event pariwisata untuk menarik kunjungan wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih, di Sleman, Minggu.
Menurut dia, atraksi-atraksi budaya yang selama ini telah menjadi kegiatan rutin akan tetap ditangani Dinas Pariwisata, dan kegiatan tersebut tetap akan dilanjutkan pada tahun-tahun yang akan datang.
"Beberapa event budaya tersebut di antaranya Pelagi Budaya Bumi Merapi, Festival Bregodo, Saparan Bekakak dan lainya," katanya.
Ia mengatakan, meski ditangani Dinas Pariwisata, namun pihaknya tetap bekerja sama dan bersinergi dengan Dinas Kebudayaan.
"Meski secara institusi berpisah, namun kami telah bersama-sama mengembangkan pariwisata dan seni budaya yang ada di Sleman," katanya.
Sudarningsih mengatakan, kerja sama tersebut termasuk juga dalam pengelolaan kawasan wisata cagar budaya yang ada di Sleman.
"Kawasan cagar budaya seperti Candi Ijo di Prambanan, Candi Sambisari di Kalasan maupun Goa Jepang di lereng Gunung Merapi dan lainnya dikelola bersama-sama. Kami tetap koordinasi dan tidak lepas," katanya.
Ia mengatakan, untuk alokasi dana keistimewaan (danais) untuk kebudayaan, Dinas Pariwisata Sleman hanya mendapatkan alokasi melalui Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Dana sementara masih digelontor dari DIY, tahun ini belum," katanya.
Sedangkan untuk dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata pada tahun ini senilai Rp1 miliar.
"Bantuan DAK dari Kemenpar ini digunakan untuk meningkatkan dukungan pariwisata di Gardu Pandang Merapi Kaliurang seperti untuk membangun area parkir, kios souvenir dan toilet serta untuk fasilitas lainnya," katanya.***1***
(V001)
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
