Satpol PP DIY menertibkan pengamen angklung

id pengamen jalanan

Ilustrasi, pengamen jalanan sedang memainkan musik calung di jalanan Yogyakarta, dok (Foto Antaranews)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Satuan Polisi Pamong Praja Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penertiban terhadap para pengamen angklung yang hingga saat masih banyak beroperasi di tepi jalan utama Kota Yogyakarta.

"Kami sudah memberikan peringatan dua kali kepada pengamen angklung jalanan karena memang dalam Undang-Undang (UU) Lalu Lintas tidak boleh," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) GBPH Yudhaningrat di Yogyakarta, Selasa.

Yudaningrat berharap pemerintah kabupaten/kota ikut mendukung penertiban itu disertai pengarahan kegiatan para pengamen dengan alat musik angklung itu ke objek atau destinasi wisata dan kompleks pertokoan tertentu.

"Kami berharap bupati dan wali kota segera menindaklanjuti karena kemarin memang kegiatan itu sempat diperbolehkan oleh? Dispar?DIY," kata dia.

Menurut Yudanungrat, selain melanggar undang-undang (UU), musik angklung sesungguhnya bukan musik khas Yogyakarta.

Dengan alasan itu, dia menilai tidak tepat jika diberikan izin mengamen di perempatan jalan utama yang seharusnya menampilkan ikon Yogyakarta.

"Yang namanya angklung itu memang bukan kesenian Yogyakarta. Angklung merupakan budaya yang masuk Yogyakarta," kata dia.

Selain pelarangan kegiatan mengamen di tepi jalan utama, menurut dia, penghimpunan dana sosial oleh mahasiswa yang kerap dilakukan di area lampu lalu lintas juga tidak dibenarkan karena mengganggu pengguna jalan raya sekaligus membahayakan keselamatan mereka sendiri.

"Kegiatan mahasiswa minta donatur di jalan juga tidak boleh," kata dia.
L007
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar