Logo Header Antaranews Jogja

Praktisi: bambu dapat mengurangi ketergantungan bahan kayu

Sabtu, 20 Mei 2017 15:55 WIB
Image Print
ilustrasi (sepanjangjk.wordpress.com)

Sleman (Antara Jogja) - Dosen Fakultas Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Dr Inggar Septia Irawati ST, MT menilai bambu memiliki keunggulan karakteristik tertentu di atas kayu sehingga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kayu.

"Bambu memiliki sifat yang mirip dengan kayu, namun untuk sifat tertentu lebih tinggi seperti sifat tarik yang hampir sama dengan baja," kata Inggar saat memberikan materi pada "Sekolah Pengrajin Bambu" di Dusun Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman, Sabtu.

Menurut dia, dibandingkan kayu, bambu lebih cepat dalam proses regenerasi karena hanya memerlukan waktu tiga tahun sedangkan kayu paling cepat lima tahun.

"Jika kayu dalam pemanfaatannya ditebang habis, bambu tidak. Dalam satu rumpun, bambu tumbuh delapan tunas sehingga dalam penebangan bisa disisakan tiga untuk regenerasi tunas lagi," katanya.

Ia berharap pengolahan bambu di Indonesia semakin maju untuk mengurangi ketergantungan pada kayu. "Seperti di Tiongkok yang sudah mampu memproduksi bambu laminasi menyerupai kayu," katanya.

Inggar mengatakan saat ini pihaknya sedang bekerja sama dengan Fakultas Teknik Mesin UGM Yogyakarta untuk mengembangkan alat produksi bambu laminasi.

"Kami tidak bisa serta merta mendatangkan alat dari Tiongkok untuk memproduksi bambu laminasi karena karakter bambu kita berbeda," katanya.

Ia mengatakan jika di Tiongkok dari pangkal ke ujung ukuran bambunya sama, sedangkan di Sleman dari pangkal besar dan ke ujung semakin kecil.

"Dengan demikian alat untuk lamimasi bambu ini tetap harus menyesuaikan dengan karakter bambu di sini. Dengan demikian bambu juga memenuhi syarat untuk bahan berbagai funiture maupun kerajinan, dan ini lebih ekonomis," katanya.
V001



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026