Logo Header Antaranews Jogja

Satpol PP DIY kembali antisipasi serbuan gepeng

Rabu, 12 Juli 2017 00:09 WIB
Image Print
Operasi Satpol-PP (Foto Antara)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengantisipasi serbuan gelandangan dan pengemis yang cenderung kembali meningkat pascalibur Lebaran 2017.

"Kalau tahun lalu gelandang dan pengemis (gepeng) serta anak jalanan sudah berkurang sekarang sudah muncul lagi," kata Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Satpol PP DIY Edhy Hartono saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa.

Menurut dia, saat razia gepeng yang dilakukan pada 6 Juli 2017, Satpol PP DIY menjaring 15 gepeng serta anak jalanan. Selain dari Yogyakarta, sebagian mereka berasal dari luar daerah seperti Nganjuk, Pekalongan, Semarang, hingga DKI Jakarta.

"Yang kami jaring mulai pengamen, pengemis serta gelandangan psikotik atau orang gila. Ada yang tiduran di masjid serta ada yang meminta-minta di perempatan jalan," kata dia.

Setelah terjaring razia sesuai Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis, menurut Edhy, mereka dibawa ke Camp Assesment Yogyakarta. Rata-rata mereka bisa membutuhkan waktu mulai seminggu hingga satu tahun untuk mendapatkan pembinaan sampai dinilai layak untuk dipulangkan.

Ia menyebutkan hingga saat ini jumlah gelandangan dan pengemis yang masih berada di Camp Assesment Yogyakarta mencapai lebih dari 200 orang. Meski setipan tahun jumlah penghuni di Camp Assesment Yogyakarta selalu berkurang, menurut dia, tidak memungkinkan jika ditambah kembali karena kapasitas ruangannya yang terbatas.

"Memang masih sulit untuk mewujudkan zero gepeng. Di camp assesement jumlahnya sudah menumpuk, tempatnya kurang memadai," kata dia.

Menurut dia, meskipun jumlahnya banyak, dalam camp assesment para gelandangan, pengemis mendapatkan layanan secara optimal. Khusus bagi gelandangan psikotik, petugas sosial memberikan pelayanan mulai memandikan, memberikan makan, hingga memberikan seragam. "Selain disediakan dokter, semua fasilitas seperti tempat tidur juga masih layak," kata dia.

(T.L007)




Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026