
Satpol PP Yogyakarta intensifkan penertiban gepeng selama Ramadhan

Yogyakarta (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta mengintensifkan operasi penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) selama bulan Ramadhan.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Yogyakarta Dodi Kurnianto menyebut jumlah gepeng biasanya meningkat selama bulan Ramadhan.
"Operasi gepeng termasuk dalam salah satu operasi yang kami intensifkan dalam masa Ramadhan ini, disamping terkait gangguan ketertiban umum yang lain," ujar Dodi di Yogyakarta, Selasa.
Dari hasil operasi selama sepekan pertama bulan Ramadhan, Satpol PP menjangkau dua orang gepeng, yakni seorang pengamen memainkan obor api di simpang Giwangan dan satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jalan Kemendungan Giwangan.
Baca juga: Satpol PP Bantul tertibkan ratusan reklame langgar peraturan daerah
Menurut Dodi, keduanya langsung dibawa ke "camp assessment" Dinas Sosial DIY karena penduduk luar kota dan kondisi ODGJ.
Sejak Januari 2026 hingga sebelum puasa, Satpol PP Kota Yogyakarta telah menertibkan sembilan gepeng, sedangkan sepanjang tahun 2025 tercatat 148 gepeng.
"Rekan-rekan BKO Satpol PP yang kami tempatkan di kemantren juga melakukan operasi yang sama, khususnya jika ada laporan atau temuan gepeng di wilayah," ujar Dodi.
Dalam penertiban gepeng, Satpol PP Kota Yogyakarta mengacu pada Perda DIY Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis, serta Perda Kota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum.
Baca juga: Satpol PP Bantul tertibkan belasan anak di jalanan resahkan masyarakat
Menurut dia koordinasi dengan instansi terkait dan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial maupun media luar juga terus dilakukan.
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat menegaskan operasi penjangkauan gepeng masih akan terus berlangsung selama Ramadhan.
Menurut dia Pemkot Yogyakarta melalui telah memiliki shelter Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di wilayah Kemantren Pakualaman.
"Jadi ada dua pola yang kita terapkan dalam operasi gepeng ini. Pintu masuk utama tetap di shelter PPKS Dinsosnakertrans di Pakualaman. Jika itu warga luar Kota Yogyakarta, akan dikirim ke 'camp assessment' Dinas Sosial DIY di Mergangsan," ujar Octo.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
