DIY akan meluncurkan paket wisata murah

id PHRI

PHRI (istimewa)

Yogyakarta (Antara) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia dan Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta akan meluncurkan paket wisata hemat "Jogja Heboh" pada November 2017.

"Kami harapkan bisa semakin menarik lebih banyak kunjungan wisata dan meningkatkan hunian kamar hotel di Yogyakarta," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Istijab, paket wisata murah selama dua malam itu akan memberikan diskon tarif sewa kamar hotel hingga 60 persen setiap orang. Masing-masing biro perjalanan yang bekerjasama dengan penyelenggaraan paket "Jogja Heboh" itu juga akan menyediakan promo dan paket perjalanan hemat lainnya. "Sehingga total biaya yang akan dihabiskan untuk serangkaian perjalanan wisata di Yogyakarta jatuhnya lebih murah," kata dia.

Untuk destinasi wisata, menurut dia, paket wisata itu akan lebih menawarkan destinasi-destinasi wisata baru baik kuliner maupun alam, di Yogyakarta, seperti Telaga Biru di Semin, Gunung Kidul, Kali Biru di Kulon Progo, serta Hutan Pinus di Mangunan, Dlingo, Bantul. "Kalau hanya menawarkan destinasi-destinasi yang sudah populer, takutnya banyak yang bosan," kata dia.

Meski diluncurkan pada November 2017, menurut dia, pemesanan paket wisata yang juga mendapatkan dukungan dari Dinas Pariwisata DIY itu baru bisa dilakukan mulai Januari 2018. Alasannya, untuk mendongkrak aktivitas pariwisata dan hunian kamar hotel di Yogyakarta yang biasanya mengalami penurunan pada awal tahun. "Sehingga saat masa `low season` pada Januari, tingkat kunjungan wisata tetap terjaga, bahkan kami harapkan bisa naik 20 persen," kata dia.

Saat ini, menurut Istijab, rata-rata tingkat hunian kamar atau okupansi hotel di Yogyakarta tergolong masih tinggi dengan persentase berkisar 40-60 persen.

Ia mengatakan paket wisata itu telah mendapatkan dukungan dari sejumlah masakapai penerbangan seperti City Link, Garuda Indonesia, Nam iar, Lion Air, Sriwijaya Air, Express Air,dan AirAsia.

Menurut Istijab, paket wisata itu khususnya akan menyasar wisatawan domestik maupun mancanegara yang di wilayahnya memiliki penerbangan langsung ke Yogyakarta. "Kami yakin semakin banyak peminatnya seiring terus bertambahnya jumlah maskapai penerbangan yang membuka penerbangan langsung ke Yogyakarta," kata dia.

(L007)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar