
Siswa PAUD diajak kenali pahlawan melalui patung (video)

Yogyakarta, (Antaranews Jogja) - Ratusan siswa Pendidikan Anak Usia Dini di Derah Istimewa Yogyakarta diajak mengenali pahlawan nasional melalui puluhan patung karya Mestro Yusman yang dipamerkan di Jogja Gallery, Rabu.
Dalam acara yang digelar Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Kalasan bersama Ikatan Alumni Lemhannas (Ikal) DIY serta TNI/Polri itu, ratusan siswa PAUD mendapatkan penjelasan mengenai 85 patung para pahlawan nasional karya Yusman. Mereka juga diajak belajar mematung dengan media plastisin.
"Acara ini bertujuan menanamkan nasionalisme pada anak sejak usia dini," kata Koordinator Acara yang juga Kepala Lembaga Satuan PAUD Sejenis (SPS) Harapan Bunda, Fevin Setiyawati di sela acara.
Menurut Fevin, melalui puluhan karya Maestro Patung Yusman siswa PAUD lebih mudah mengenali pahlawan, serta profesi TNI/Polri. Dengan cara itu diharapkan terbangun nasionalisme serta rasa cinta tanah air pada diri siswa.
Selain patung yang dipajang di dalam gedung Jogja Gallery, anak-anak juga mendapatkan penjelasan langsung dari Yusman mengenai monumen raksasa setinggi empat meter dengan tema perjalanan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang dipajang di sudut Alun-alun Utara, Yogyakarta.
"Di sini mereka belajar tidak dengan alat peraga tapi mereka bisa melihat sesuatu yang nyata dari para pahlawan Indonesia," kata dia.
Sementara itu, Maestro Patung, Yusman, mengaku puas karena puluhan koleksi karya patung yang ia buat selama 32 tahun menggeluti dunia seni patung di Yogyakarta bisa diapresiasi sekaligus menjadi media penanaman nasionalisme sejak usia dini.
"Tugas kita memang mengenalkan pahlawan nasional sedini mungkin karena ternyata banyak warga negara yang belum kenal khususnya yang tinggal di perbatasan-perbatasan," kata Yusman.
Yusman mengakui sebagian besar patung maupun monumen hasil karyanya bertema pahlawan nasional. Hal itu disebabkan kecintaannya dengan sejarah nasional sejak duduk di bangku SD.
"Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah. Tanpa jasa para pahlawan kita tidak mungkin merdeka seperti sekarang ini," kata seniman patung kelahiran Padang 12 November 1964 itu.***4***
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
