Logo Header Antaranews Jogja

Hasil uji coba padi Mekongga menggembirakan

Jumat, 30 Maret 2018 21:30 WIB
Image Print
Ilustrasi petani sedang merontokkan padi hasil panennya untuk mendapatkan gabah (Foto antaranews.com)

Gunung Kidul, (Antaranews Jogja) - Hasil uji coba yang dilakukan petani di Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan menanam padi Mekongga cukup menggembirakan.

"Hasilnya cukup bagus karena tidak kalah dengan varietas Ciherang. Satu hektare tanaman padi mampu mengasilkan sembilan ton gabah kering panen," kata Ketua Kelompok Tani Sari Kismo, Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan, Suyantoro di Gunung Kidul, Jumat.

Ia mengaku mendapatkan benih dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta. Keunggulan varietas Mekongga adalah produksi gabah meningkat cukup banyak, dan hasil gilingan cukup baik.

"Nasinya enak, satu hektare sawah mampu mengasilkan sembilan ton gabah kering panen," katanya.

Suyantoro berharap benih segera beredar di pasaran karena varietas Mekongga sangat cocok dengan ladang tadah hujan dengan tanah yang cenderung basah.

"Semoga secepatnya ada di pasaran, agar mudah kami mendapatkannya," katanya.

Petani lainnya Risiyanto menambahkan, sudah menyisihkan sebagian hasil panen untuk dijadikan bibit musim tanam ke depan.

"Semoga bibit segera ada di pasaran karena cocok untuk lahan tadah hujan," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto mengatakan terus melakukan pencapaian target luasan tambah tanam (LTT) di Gunung Kidul. Target di Gunung Kidul mencapai 60.000 hektare dan sampai saat ini sudah mencapai 50.000 hektare.



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026