
Gunung Kidul dorong pemdes membuat sejarah desa
Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong seluruh desa membuat sejarah desa guna menarik wisatawan berkunjung ke desa tersebut.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Gunung Kidul Siti Isnaini Dikoningrum di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan pihaknya sudah memberikan bimbingan teknis terhadap 54 desa dalam penulisan sejarah desa.
"Setiap desa yang sudah diberikan bimtek diharapkan mampu menulis, bimtek sendiri berisi tentang bagaimana cara penulisan sejarah desa yang bisa digali dari sumber lisan atau pun tulisan sejarah Gunung Kidul," katanya.
Menurutnya, penulisan sejarah desa menggunakan bahasa jawa. Dari 54 desa yang diberikan bimtek, ada 31 desa yang sudah menuliskan sejarah desanya. Selanjutnya, dari 31 desa yang sudah menulis diikutkan lomba, dan diambil enam desa sebagai juara pertama Desa Ngleri Kecamatan Playen, kedua Desa Giricahyo (Purwosari), ketiga Desa Karangrejek (Wonosari). Harapan satu, Girimulyo, harapam dua Desa Girisekar dan harapan tiga Desa Girikarto. Ketiga desa semua dari Kecamatan Panggang.
"Penilaian didasarkan mengenai tata penulisan, kronologi sejarah, dan penulisan Bahasa Jawa halus," katanya.
Siti mengatakan pihaknya terus berupaya mendorong setiap desa memiliki buku sejarahnya. Setiap tahun diharapkan ada 25 desa yang menuliskan sejarahnya, sehingga pada 2021 mendatang seluruh desa yang berjumlah 144 desa bisa memiliki buku sejarahnya.?
Menurut dia, penulisan sejarah ini penting selain menjaga sejarahnya agar generasi mendatang mengetahui, juga sesuai dari rekomendasi dirjen kebudayaan jika wisatawan mancanegara saat ini cenderung ingin mengetahui sejarah di suatu wilayah yang dikunjungi.
"Penulisan sejarah juga untuk mendorong peningkatan kunjungan wisata," katanya.
Sementara Bupati Gunung Kidul Badingah mengatakan pihaknya berharap setiap desa yang belum bisa menuliskan sejarah segera menulis. Hal ini juga untuk mendukung visi misi Kabupaten Gunung Kidul, yakni Gunung Kidul sebagai daerah tujuan wisata terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat yang berdaya saing , maju, mandiri, dan sejahtera 2021. Muaranya menyejahterakan masyarakat.
"Dengan adanya sejarah itu bisa mendukung pariwisata," katanya.
Dia mengatakan, buku sejarah desa bisa untuk mengangkat potensi yang ada sehingga untuk menyejahterakan masyarakat.
"Sehingga buku sejarah desa diharapkan bisa untuk mengangkat dan melestarikan budaya dan potensi yang ada di masing-masing desa," katanya.
(U.KR-STR) 12-04-2018 16:08:47
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026