Peluang duet Jokowi-Prabowo masih terbuka

id Romahurmuziy

Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan peluang duet Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih terbuka lebar.

         "Semua opsi cawapres pak Jokowi masih terbuka, termasuk dengan Prabowo," ujar Romahurmuziy sesuai menghadiri acara puncak Harlah ke-84 GP Ansor di Green Pramuka Square, Jakarta, Selasa malam.

         Pria yang akrab disapa Romi itu membeberkan Presiden Joko Widodo akan berbicara mengenai opsi calon Wakil Presiden pendampingnya, secara terbuka di salah satu stasiun televisi swasta, Rabu (25/4) besok.

         "Besok malam kita akan melihat di salah satu stasiun televisi, pak Jokowi akan mengatakan semua opsi cawapres masih dibuka. Ini sesuai dengan pernyataan saya," beber Romi.

         Romi mengatakan PPP sangat terbuka dengan siapapun pilihan cawapres Jokowi nantinya. Tidak terkecuali jika Jokowi pada akhirnya memutuskan berdampingan bersama Prabowo Subianto.

         "Saya kira demi kebaikan bangsa ini, kalau kemudian ujaran kebencian yang ada sekarang didasarkan atas pilihan presiden yang berbeda, dan itu bisa disatukan dengan bersatunya dua pemimpin, bagi PPP mengapa tidak," ujar Romi.

         Dia menekankan yang terpenting bangsa ini dapat melalui proses demokrasi Pilpres dengan aman, damai, beradab, bermartabat, serta kontestasi demokrasi menyenangkan serta menghibur bagi rakyat.

         Acara puncak Harlah ke-84 GP Ansor dihadiri sejumlah tokoh antara lain Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Ketua Umum PPP Romahurmuziy selaku cucu pendiri GP Ansor, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie, politisi Gerindra Moreno Suprapto, Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto, serta unsur Polri.

         Dalam sambutannya Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Coumas mengatakan GP Ansor sebagai garda terdepan penjaga NKRI, saat ini ingin mendekatkan diri dengan kalangan millenial.

         Menurut Yaqut, jika GP Ansor tidak berusaha mendekatkan diri dengan kalangan millenial, maka kalangan millenial akan didekati kelompok anti-NKRI dan anti-keberagaman.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar