Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Kelompok Wanita Tani Putri Manunggal Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat bantuan peralatan dan pendampingan pembuatan bawang merah goreng dari Bank Indonesia.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Eko Purwanto di Kulon Progo, Minggu, mengatakan petani bawang merah di Desa Srikayangan mendapat pendampingan dari Bank Indonesia, mulai dari penanaman hingga penanganan pascapanen dalam tiga tahun terakhir.
"Kebetulan 2018 ini merupakan tahun terakhir pendampingan Bank Indonesia kepada petani bawang merah di Desa Srikayangan. Program pada tahun terakhir ini, mulai dari penanaman hingga pengolahan bawang merah," kata Eko Purwanto.
Eko mengatakan KWT Putri Manunggal menjual bawang merah goreng melalui media sosial dan berbagai pameran. Produk mereka banyak diminati masyarakat luas. Berdasarkan laporan dari petugas pendamping, permintaan bawang merah goreng yang dikemas sudah datang dari berbagai daerah di luar DIY.
"Produk bawang merah goreng banyak diminati masyarakat luas," katanya.
Menurut dia, penangan pascapanen bawang merah di Desa Srikayangan ini bertujuan untuk mengantisipasi kelebihan dan kekurangan produk bawang merah, sehingga harga bawang merah tetap stabil di pasar.
"Kami berharap penangan pascapanen bawang merah ini tidak menyebabkan goncangan harga di tingkat konsumen pada saat harga mahal atau pun murah. Sehingga petani tetap mendapat keuntungan," katanya.
Kasi Produksi Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Agus Purwoko mengatakan pihaknya membantu 30 unit kultifator kepada 15 kelompok petani bawang merah guna mempermudah pengolahan lahan. Ia mengakui bantuan kultifator ini belum ideal dengan luas tanam bawang merah yang ada di Desa Srikayangan dan sekitarnya.
"Idealnya satu kelomopok mendapat bantuan tiga hingga empat unit, namun saat ini baru satu hingga unit. Harapannya, bantuan kultifator ini mempercepat pengolahan lahan bawang merah," katanya.
Petani dapat bantuan alat pengolah bawamg merah
Petani menabur pupuk di area pertanian bawang merah di Kretek, Bantul. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/18.)
