Pemkab Bantul harapkan pelebaran jalan wisata Mangunan dilanjutkan

id Wisata Mangunan

Pengunjung berada di kawasan wisata Jurang Tembelan Kanigoro, Mangunan, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta. Jurang tembelan yang merupakan salah satu tempat wisata baru di Bantul yang dibuka sejak setengah tahun terakhir itu menjadi tempat wisata alam yang tengah dikembangkan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/17.

Bantul (ANTARA News Jogja) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan pelebaran jalan menuju kawasan wisata Mangunan, Kecamatan Dlingo, dilanjutkan sebagai solusi mengatasi persoalan lalu lintas di wilayah itu.

"Belum semua jalan di Mangunan dilebarkan, sehingga solusi strategisnya, semua jalan perlu dilebarkan dan kalau posisinya sudah lebar itu harapannya risiko kecelakaan juga lebih minim," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, DIY, Kwintarto Heru di Bantul, Selasa.

Menurut dia, jalur menuju objek wisata Mangunan Dlingo memang sudah dilakukan pelebaran jalan, namun baru sebagian yaitu dari Imogiri sampai pertigaan Mangunan, sementara Mangunan ke arah atas belum dilebarkan.?

Karena kondisi itu, menurut dia, membuat pemerintah yaitu Dinas Perhubungan mengeluarkan kebijakan bus pariwisata besar atau kendaraan besar tidak naik ke Mangunan, karena alasan rawan kecelakaan akibat kondisi medan yang kurang lebar dan berkelok.

"Itu kan jalan milik provinsi dan dari Bantul sudah komunikasi dengan Dispar (Dinas Pariwisata) DIY untuk bisa disampaikan ke Dinas PU (Pekerjaan Umum) DIY agar melanjutkan proses pelebaran jalan yang di Mangunan," katanya.

Menurut dia, pelebaran jalan ke Mangunan menjadi solusi yang bisa diupayakan guna mengatasi persoalan yang dikeluhkan tiap liburan karena bus tidak disarankan naik ke Mangunan melalui Imogiri dan melewati Patuk atau Jalan Wonosari.

"Ini yang paling bisa lakukan, karena kalau larangan itu dillakukan dan bus naik dari Patuk, kan dari hutan Pinus Mangunan tidak `lari` ke Bantul wisatanya, tetapi ke Gunung Kidul dan Bantul malah rugi kalau naiknya dari Patuk," katanya.

"Sehingga kami punya upaya akan koordinasi dengan Pemda DIY agar bisa dilanjutkan penyelesaian pelebaran jalan dan dengan dilebarkan jalan mudah-mudahan resiko terjadi kecelakaan lebih kecil, tetapi tetap semua ada imbauan ke masyarakat harus memamtuhi aturan," katanya.

Kwintarto mengatakan, bagi masyarakat yang tidak terbiasa melintasi jalur wisata Mangunan, tetap rawan terjadi kecelakaan. "Jadi, kita tetap mengutamakan keselamatan," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar