
15 puskesmas di Sleman belum dilengkapi IPAL

Sleman, Yogyakarta (ANTARA) - Sebanyak 15 dari 25 puskesmas yang ada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat belum dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 75/2014 tentang Puskesmas.
"Ya saat ini memang belum seluruh puskesmas di Sleman memiliki IPAL, namun secara bertahap semua akan dibangun IPAL," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo di Sleman, Jumat.
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 75/2014 tentang Puskesmas disebutkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) ke depan wajib memiliki IPAL agar lingkungan terjaga tetap sehat.
Joko mengatakan, IPAL di puskesmas dibangun Dinas Kesehatan. Selain yang sudah ada, puskesmas lain juga akan segera dilengkapi IPAL secara bertahap.
"Pada 2019 rencananya akan dibangun di Puskesmas Mlati 2 dan Godean 1. Seluruh puskesmas di wilayah Sleman akan nantinya akan dilengkapi instalasi IPAL, sekarang tinggal 15 unit lagi yang belum," katanya.
Menurut dia, 10 puskesmas yang memiliki IPAL merupakan puskesmas yang melayani rawat inap, yakni Puskesmas Tempel 1, Turi, Ngaglik 2, Ngaglik 1, Kalasan, Berbah, Ngemplak 1, Minggir, Mlati 1, dan Sleman.
"Kendala dalam pembangunan IPAL salah satunya biaya yang dibutuhkan cukup besar. Setiap unit IPAL butuh dana mencapai Rp700 juta, sehingga pembuatannya bertahap," katanya.
Kepala Puskesmas Tempel I, dr Anna Ratih W MPH mengatakan, sebagai bagian pelayanan dari masyarakat pihaknya telah menyediakan fasilitas IPAL sejak 2017, pembangunan dilakukan setelah pembangunan ruang rawat inap selesai.
"Keberadaan IPAL ini merupakan bentuk pelayanan masyarakat dan melestarikan lingkungan. Dengan tersedianya IPAL, limbah dapat diolah secara mandiri," katanya.
Ia mengatakan, setelah limbah diolah air akan terbuang pada kondisi higienis dan aman untuk kesehatan.
"Jadi limbah yang telah diolah akan lebih bersih lagi, di dalam kolam penampungan kami beri ikan, kalau ikanya tidak mati berarti airnya bersih," katanya.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
