Bantul akan membangun embung di beberapa lokasi

id Embung

Bantul akan membangun embung di beberapa lokasi

Embung Potorono, Banguntapan, salah satu embung di wilayah Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana membangun embung atau cekungan penampung suplai air hujan di beberapa lokasi daerah ini agar bisa dimanfaatkan ketika musim kemarau.

"Ada beberapa, tapi saya tidak hafal jumlahnya, tapi ada beberapa lokasi yang kita buat embung," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, embung merupakan sebuah pengembangan pada bidang pertanian guna membantu pengairan di daerah-daerah kritis atau kurang subur, karena lahan kritis itu biasanya tidak ada aliran irigasi yang memadai.

Untuk itu, kata dia, embung itu akan dibangun di beberapa lokasi sekitar lahan kritis. Dia menyebut ada seluas 1.000 hektare lahan kritis yang tersebar di beberapa kecamatan di Bantul terutama di daerah dataran tinggi.

"Sementara ini dengan anggaran pusat atau APBN, saya tidak hafal biayanya. Kalau lahan kritis ada seribu hektare lebih, di wilayah longsor yang lalu termasuk lahan kritis, sehingga memang vegetasi perlu juga diperhatikan," katanya.

Dia mengatakan, dalam membangun embung di Bantul harapannya tidak mengalami kendala, bahkan dia mengharapkan embung didesain selain bermanfaat bagi pengairan lahan pertanian, juga dari sektor pariwisatanya.

"Tidak ada kendala, kita bangun saja embung itu yang tentu saja kalau bisa jangan tradisional, seperti embung yang Gunung Kidul itu kan bagus, disamping membawa dampak kepada pengairan lahan juga membawa dampak wisata," katanya.

Dia juga mengatakan, dalam membangun embung juga harus mempertimbangkan lokasi, agar tempat 'penangkap' air hujan itu dan menyimpan cadangan air berlebih tersebut bisa maksimal dan bermanfaat yang lebih luas.

"Kita harus survei lokasinya, tidak di tempat yang miring, tapi memang menjadi suatu keharusan (dibangun embung), karena kalau mau dibuat sumur tidak bisa, dan sumurnya harus sumur dalam dan itu biaya mahal," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar