Pengunjung Pasar Beringharjo mulai mengalami kenaikan

id Beringhajo,pengunjung, lebaran

Suasana Pasar Beringharjo Yogyakarta menjelang Lebaran (Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Jumlah pengunjung Pasar Beringharjo Yogyakarta mulai mengalami kenaikan dan diperkirakan mencapai puncak pada akhir Mei hingga awal Juni 2019 dengan titik kepadatan berada di Beringharjo Barat dan Pusat Bisnis.

“Mungkin karena sudah banyak pekerja yang memperoleh THR, maka mereka kemudian membelanjakan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan Lebaran,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yogyakarta, Minggu.

Yunianto menyebut, peningkatan kunjungan lebih banyak terjadi di Beringharjo Barat dan Pusat Bisnis yang menjadi sentra penjualan pakaian dan produk busana meskipun di zona kebutuhan pokok juga tetap ramai dengan pengunjung.

Menurut dia, pengunjung Pasar Beringharjo akan terus mengalami peningkatan dan mencapai puncaknya pada 30-31 Mei dan 1-2 Juni. Saat ini, jumlah pengunjung di Pasar Beringharjo sudah mengalami kenaikan lebih dari 50 persen dibanding hari biasa.

“Sebagian besar adalah warga masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya yang ingin membeli kebutuhan Lebaran seperti pakaian. Baru, nanti saat libur Lebaran akan ada lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke Beringharjo untuk mencari oleh-oleh,” katanya.

Pemudik atau wisatawan tersebut, lanjut dia, biasanya mencari oleh-oleh seperti batik, kerajinan, dan mencoba beragam kuliner di Pasar Beringharjo.

“Saat libur Lebaran, kepadatan di Pasar Beringharjo diperkirakan akan berlangsung selama satu pekan atau hingga akhir cuti bersama,” kata Yuniarto yang menyebut pedagang juga akan tetap buka sampai malam.

Guna memberikan pelayanan maksimal kepada pengunjung, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta membentuk satgas dan posko untuk mendukung pelayanan dan keamanan ke pengunjung yang melibatkan tenaga keamanan, komunitas dan karyawan.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berbelanja, pasar tradisional bisa berinovasi dengan buka sampai malam. “Apalagi menjelang Lebaran seperti sekarang,” katanya.

Momentum tersebut, lanjut Heroe, bisa dimanfaatkan pedagang bahan kebutuhan pokok untuk buka sampai malam karena biasanya banyak keluarga yang menyiapkan berbagai hidangan dan membutuhkan bahan kebutuhan pokok.

“Ini adalah bentuk pelayanan ke masyarakat dan juga mendorong perputaran uang yang lebih tinggi,” katanya.
Baca juga: Yogyakarta tindak tegas pedagang daging tak memenuhi "her kuering"

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar