DPRD Bantul menyoroti keamanan lokasi swafoto berlatar pemandangan alam

id Spot swafoto,bantul,kemanan wisatawan

Salah satu spot swafoto di kawasan objek wisata Dlingo, Bantul, DIY. (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyoroti lokasi swafoto dengan latar pemandangan alam seperti tebing di beberapa objek wisata daerah ini karena dapat membahayakan dari sisi keamanan.

"Beberapa tahun terakhir pariwisata Bantul menggeliat, terutama dengan adanya tempat-tempat swafoto berlatar panorama alam. Namun secara khusus, kami menyoroti kondisinya karena mengkhawatirkan dari sisi keamanan," kata Anggota Komisi B DPRD Bantul Setiya di Bantul, Minggu.

Tempat-tempat swafoto dengan latar panorama alam itu terdapat di tebing mulai dari wilayah Dlingo, Piyungan, Pleret, Pundong, Pajangan. Kehadiran objek wisata yang diinisiasi masyarakat itu mesti diapresiasi, namun pemda perlu melakukan pengawasan dan evaluasi.

"Kemudian pemda perlu memberikan standarisasi spot swafoto yang aman dan nyaman, karena rata-rata kan berada di tepi jurang, atau ketinggian tertentu," katanya.

Anggota DPRD Bantul periode 2014-2019 ini menilai perlu ada standar keamanan di spot swafoto kawasan wisata tersebut, karena warga masyarakat mengawali dengan apa adanya dan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar yang memang itu patut apresiasi.

"Tetapi setelah pariwisata tumbuh, pemda punya kewajiban pembinaan pengawasan dan memastikan keamanannya. Bila perlu, berikan alokasi anggaran yang cukup sebagai antisipasi terjadinya risiko kepada wisatawan," katanya.

Disisi lain dia juga mengatakan, keberadaan wisata yang dikelola masyarakat itu meskipun tidak secara langsung memberikan kontribusi ke Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun patut diapresiasi karena telah menggerakkan ekonomi warga setempat.

"Salah satu bentuk apresiasi adalah dengan pembinaan dan pendampingan termasuk fasilitasi dan pembangunan infrastruktur," katanya.

Selain itu, kata dia, akses jalan, penerangan, air bersih, fasilitas umum dan sebagainya bisa diberikan tambahan dukungan oleh pemda termasuk dengan konsep pengembangan, agar tidak sekali muncul, kemudian hilang.

Setiya menambahkan, pemda perlu membuat konsep pengembangan terpadu antar objek wisata agar satu sama lain saling melengkapi, bukan sekadar saling bersaing, konsep terpadu ini juga memudahkan untuk membuat promosi wisata.

"Kalau bisa dibuat seperti itu, kunjungan wisatawan akan lebih merata, dan lama kunjungan juga akan lebih panjang, karena ternyata untuk menikmati Bantul tidak cukup sehari, atau wisatawan akan datang kembali di lain waktu," katanya.

Baca juga: DIY mengenalkan seni budaya melalui Festival Reog dan Jathilan (VIDEO)
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar