BBWS-SO matikan aliran Selokan Mataram hingga Desember

id Selokan Mataram,BBWS SO,Petani sleman

BBWS-SO matikan aliran Selokan Mataram hingga Desember

Aliran Selokan Mataram di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman yang tidak teraliri air. Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto

Sleman (ANTARA) - Balai Besar wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) Yogyakarta mematikan aliran air di Selokan Mataram hingga Desember 2019 karena untuk perbaikan dinding selokan yang melintasi wilayah timur Kabupaten Sleman.

"Selain adanya proses perbaikan pada dinding, tapi ini juga masuk dalam jadwal untuk mematikan saluran air untuk sementara," kata Kepala Bidang Kabid OP BBWS-SO Sahril di Sleman, Selasa.

Menurut dia, perbaikan tersebut meliputi rehabilitasi pada dinding selokan dan pada lantai selokan yang dianggap sudah rusak.

"Perbaikan hanya di beberapa titik yang dianggap punya tingkat kerusakan yang lumayan parah," katanya.

Ia mengatakan, dimatikannya aliran air Selokan Mataram ini tidak akan berlangsung lama, ada periode waktu yaitu hingga perbaikan di tiap titik selesai.

"Perbaikan sudah dimulai sejak September lalu. Kami sudah sempat membuka air di selokan," katanya.

Sahril mengatakan, jika ada daerah yang tidak menerima pasokan air dari selokan, itu diakibatkan debit air di hulu.

Pasokan air di Selokan Mataram berasal dari Sungai Progo, sehingga saat debit air di Sungai Progo kecil akibat kemarau, maka akan memengaruhi pasokan air yang masuk di selokan.

"Kami paham, memang di hulu debit air terbatas sehingga belum sampai timur. Waktu kami coba buka memang sudah ada air tapi hanya tipis," katanya.

Ia mengatakan, selain disebabkan oleh perbaikan, air yang tidak sampai ke sisi timur karena ada masyarakat yang memanfaatkan untuk kebutuhan lain.

"Untuk itu kami telah berkoordinasi dengan masyarakat terutama di sisi barat agar dapat bijak dalam memanfaatkan air di Selokan Mataram. Karena memang di beberpaa tempat dipakai oleh masyarakat di luar rencana kami," katanya.

Sementara salah satu petani di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman Mujiyono, (60) mengatakan dengan mengeringnya air di Selokan Mataram sedikit ada pengaruh bagi para petani, karena berkurangnya pasokan air untuk lahan pertaniannya.

"Ya dengan kondisi ini kami harus menyesuaikan jenis tanaman, tidak mungkin memaksakan menanam padi. Kami juga berencana membuat sumur bor di area sawah agar pasokan air bisa cukup. Dari pada nanti tidak panen, mending keluar biaya sedikit untuk membikin sumur," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar