Sensor ketinggian air di Sungai Boyong rusak dan diganti dengan CCTV

id Sensor sungai Boyong,BPBD Sleman,Banjir Lahar Merapi

Sensor ketinggian air di Sungai Boyong rusak dan diganti dengan CCTV

Sensor EWS di aliran Sungai Boyong, Kecamatan Pakem, Sleman, rusak sehingga BPBD Sleman mengganti dengan memasang CCTV. Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto

Sleman (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan kerusakan pada sensor di Early Warning System (EWS) di aliran Sungai Boyong di Kecamatan Pakem yang merupakan sungai berhulu Gunung Merapi.

"Guna mengantisipasi kemungkinan banjir lahar dingin, kami akhirnya mengganti sensor tersebut dengan Closed circuit television (CCTV)," kata Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Kabupaten Sleman Joko Lelono di Sleman, Sabtu.

Menurut dia, ada temuan empat sensor ketinggian air di Sungai Boyong yang rusak.

"Kami memilih untuk tidak mengganti sensor itu dan memasang CCTV," katanya.



Ia mengatakan, dengan dipasang CCTV justru lebih efisien untuk melakukan pemantauan aktivitas baik awan panas ataupun banjir lahar dingin. "Sensor juga lebih riskan rusak," katanya.

Joko mengatakan, komponen yang rusak hanyalah sensor ketinggian air. Namun, untuk sirine masih berfungsi normal.

"Sensor yang rusak diganti dengan CCTV yang kameranya akan merekam ketinggian air dengan mengacu pada meteran yang terpasang di bendungan," katanya.

Ia mengatakan, CCTV fungsinya sama dan justru langsung bisa terpantau secara daring (online) dari Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana) atau dari kantor BPBD.

"Untuk memantau, ada personel yang disiagakan selama 24 jam. Petugas akan dapat langsung mengetahui jika ada banjir lahar dengan ketinggian tertentu. Setelah itu petugas pun akan membunyikan sirine di EWS," katanya.

Jika menggunakan sensor, kata dia, maka sensor akan membaca otomatis dan membunyikan sirine. Tapi ternyata itu juga bermasalah, karena sering berbunyi sendiri karena ada kesalahan sensor.

"Saat semua EWS milik BPBD Sleman sudah dilengkapi dengan CCTV. Total ada 20 EWS yang tersebar. Seperti di Desa Purwobinangun mulai Dusun Turgo sampai Pulowatu. Tepatnya di Kaliboyong yang telah terpasang empat titik EWS," katanya.

Di Turgo sisi atas ada EWS awan panas dan EWS untuk banjir lahar dingin. Sementara di lereng Merapi sisi timur, EWS juga dilengkapi dengan CCTV dari Kalitengah Lor sampai Sindumartani.*
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar