Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen mengawal swasembada pangan nasional melalui penguatan pascapanen saat menjalani Sidang Terbuka Doktoral di Universitas Indonesia (UI).
"Kemandirian pangan merupakan hal yang fundamental yang perlu dicapai oleh bangsa Indonesia," kata Rizal dalam Sidang Terbuka Doktoral di Balai Sidang Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, Jawa Barat, Senin.
Ia menegaskan komitmen mengawal swasembada pangan nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang bercita-cita membentuk bangsa yang berdaulat dengan kemandirian pangan.
Di hadapan para penguji, Rizal menyampaikan target swasembada pangan Presiden disampaikan sejak pelantikan 20 Oktober 2024, kemudian dipercepat dari empat tahun menjadi tiga tahun pada 16 November 2024. Lalu menjadi satu tahun saat rapat kabinet 22 Januari 2025.
Baca juga: Bulog target serap empat juta ton beras petani pada 2026
Percepatan target, menurut Rizal, menjadi tantangan besar yang harus dijawab, sehingga sebagai mahasiswa dan peneliti pihaknya mengidentifikasi penanganan pascapanen padi sebagai kendala utama, dan menuntut solusi inovatif guna memastikan swasembada pangan dan kedaulatan pangan berkelanjutan secara inklusif.
Masalah pascapanen mencakup dominasi penggilingan besar, ketimpangan distribusi, kualitas giling rendah, serta risiko penutupan penggilingan kecil yang berdampak terhadap jutaan tenaga kerja dan kesejahteraan petani desa.
Upaya pembenahan pascapanen diarahkan melalui kolaborasi kebijakan, inovasi teknologi, penguatan kelembagaan, dan peran Bulog sebagai offtaker, untuk menjamin serapan, kualitas, serta stabilitas pangan nasional secara tangguh.
"Kami selaku mahasiswa dan peneliti yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama Bulog, mengidentifikasi bahwa penanganan pascapanen, pengolahan padi merupakan salah satu kendala utama atau bottleneck yang memerlukan solusi inovatif untuk mewujudkan swasembada pangan dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan," ucap Rizal.
Rizal menekankan pentingnya transformasi tata kelola pascapanen padi yang kolaboratif dan berkelanjutan sebagai simpul strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pendekatan Soft System Methodology (SSM) berbasis multimethod digunakan untuk merespons kompleksitas persoalan pascapanen padi yang melibatkan dimensi teknis, sosial, kelembagaan, dan keberlanjutan secara terpadu.
“Pascapanen merupakan simpul strategis dalam sistem pangan nasional. Tata kelola yang kolaboratif, adaptif, dan berbasis keberlanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi kehilangan hasil, serta memperkuat kesejahteraan petani,” ujar Rizal.
Usai memaparkan hasil Disertasi berjudul "Transformasi Tata Kelola Kolaboratif Pascapanen Padi Berkelanjutan di Indonesia dengan Pendekatan Soft System Methodology-Based Multimethod", Ahmad Rizal Ramdhani resmi meraih gelar Doktor setelah Tim Penguji menyatakan Disertasi Dirut Bulog itu sangat memuaskan.

Sidang terbuka tersebut diselenggarakan Program Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan, Universitas Indonesia.
Promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Supriatna yang juga sebagai Ketua Penguji dan dihadiri oleh jajaran pimpinan UI, akademisi, peneliti, serta undangan dari berbagai kalangan.
Bertindak sebagai Promotor dalam promosi doktor ini adalah Prof. Sudarsono Hardjosoekarto, dengan Ko-Promotor Dr. Evi Frimawati dan Dr. Rachma Fitriati.
Sidang terbuka itu menghadirkan tim penguji lintas disiplin yang merepresentasikan kekuatan akademik dan kebijakan publik, dengan Ketua Penguji Prof. Supriatna serta salah satu penguji utama Dr. Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia, bersama para penguji lainnya dari Universitas Indonesia dan institusi terkait.
Amran yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian dan sebagai Penguji 1 menyampaikan kebanggaannya kepada Promovendus yang merupakan Dirut Perum Bulog sebagai mitra kerja kerja strategis Kementan.
"Saya salut dengan Bapak Ahmad Rizal ini karena sudah melakukan baru menulis, kalau biasanya orang menulis dulu baru melakukan," ujar Amran Sulaiman yang disambut tepuk tangan dari seluruh hadirin di ruang sidang.
Ketua Penguji, Prof. Supriatna menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas akademik disertasi yang dipresentasikan.
Baca juga: Bulog tambah gudang kapasitas dua juta ton sambut panen awal 2026
"Perlu kami sampaikan Saudara Ahmad Rizal Ramdhani adalah doktor ke-249 yang telah diluluskan oleh Program Studi Ilmu Lingkungan Ul dan doktor ke-15 untuk Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan," ujar Prof. Supriatna.
Sementara itu, Prof. Sudarsono Hardjosoekarto selaku Promotor menegaskan disertasi itu memiliki kontribusi strategis bagi kebijakan publik dan praktik pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya Disertasi itu menegaskan pentingnya transformasi tata kelola kolaboratif dalam sistem pascapanen padi, tidak hanya sebagai isu teknis, tetapi sebagai persoalan sistemik yang melibatkan aktor, kepentingan, dan dinamika kelembagaan.
"Melalui pendekatan SSM-based multimethod, penelitian ini memberikan kerangka konseptual dan operasional yang dapat menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan maupun praktisi pembangunan berkelanjutan," ujar Prof. Sudarsono.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dirut Bulog komitmen kawal swasembada RI saat Sidang Doktoral di UI
