Rektor UNY resmikan Taman Adimarga dan Patung Kembara

id rektor uny,uny

Rektor UNY resmikan Taman Adimarga dan Patung Kembara

Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa (kiri) menyerahkan cendera mata kepada Nyoman Nuarta (HO-Humas UNY)

Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Sutrisna Wibawa meresmikan Taman Adimarga dan Patung Kembara di halaman Gedung Rektorat UNY, Yogyakarta, Kamis.

Dalam sambutannya, Sutrisna Wibawa mengatakan bahwa pembangunan taman ini mengandung tiga konsep yaitu "green campus", peresapan air, dan atmosfer belajar.

"Konsep 'green campus' adalah kami ingin menghijaukan kampus, dan apabila dilihat dari depan UNY masih terlihat hijau dan indah," katanya.

Untuk peresapan air, kata dia, telah diperhitungkan dengan adanya peresapan setiap 2 atau 3 meter pada plaza di depan Rektorat sehingga memperkecil kemungkinan terjadi banjir jika hujan.

"Sedangkan atmosfer belajar, dengan adanya pembangunan taman ini agar dapat digunakan untuk tempat belajar dengan fasilitas kursi, meja, dan aksis wifi," katanya.

Ia menjelaskan Patung Kembara didirikan untuk mengakomodasi pengambilan foto di tepi Jalan Colombo, karena apabila tulisan UNY tertutup masih ada logo UNY berupa Patung Kembara.

"Kami berharap Kembara menjadi karya seni monumental dan merupakan satu-satunya karya Nyoman Nuarta di perguruan tinggi," kata Sutrisna Wibawa.

Pembuat Patung Kembara Nyoman Nuarta mengatakan Kembara merupakan gagasan dari Rektor UNY Sutrisna Wibawa pada saat bertemu di Bandung beberapa waktu lalu.

"Dalam bayangan saya UNY harus mengembara di seluruh Nusantara untuk membagi ilmu. Nama Kembara berarti berkelana mencari ilmu," katanya.

Pemilik Yayasan Garuda Wisnu Kencana tersebut mengatakan bahwa rangka Patung Kembara terbuat dari stainless steel dan kulit patungnya berbahan tembaga dan kuningan.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNY Edi Purwanta mengatakan bahwa taman di depan Rektorat UNY dibangun dalam waktu dua tahun dengan tujuan memudahkan akses masuk sehingga tidak mengganggu lalu lintas sebelum pertigaan Gejayan.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar