UIN Sunan Kalijaga mewisuda 596 lulusan secara virtual

id uin sunan kalijaga,wisuda

UIN Sunan Kalijaga mewisuda 596 lulusan secara virtual

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Al Makin (HO-Humas UIN Suka)

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mewisuda sebanyak 596 lulusan program sarjana, magister, dan doktoral secara virtual pada wisuda periode IV tahun akademik 2019/2020, Rabu.

"Semoga semua lulusan UIN Sunan Kalijaga pada wisuda kali ini dapat berkontribusi untuk keluarga, bangsa, dan dunia," kata Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Al Makin.

Sebanyak 16 wisudawan/wisudawati lulus dengan predikat terbaik dan tercepat, yakni Linda Rahmiwati dari Prodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan IPK 3,79, Wahyu Wiratmoko dari Prodi Psikologi Fakultas Sosial dan Humaniora IPK 3,83, Dwi Setiyaningsih dari Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya IPK 3,83.

Kemudian Sufah Iliya Manazila dari Prodi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi dengan IPK 3,84, Imas Nur Astuti dari Prodi Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IPK 3,86, David Safri Anggara dari Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IPK 3,88, Maloya Andika dari Prodi Ilmu Al Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam IPK 3,89.

Selanjutnya Dadan Ramdani dari Prodi Hukum Keluarga Islam-Fakultas Syariah dan Hukum dengan IPK 3,93, Nur Widianto Yuli Saputro dari Program Magister Interdisciplinary Islamic Studies Program Pascasarjana IPK 3,90, Sutriman dari Program Magister Informatika Fakultas Sains dan Teknologi IPK 3,81, Afner Gus Chandra dari Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IPK 3,85.

Berikutnya Bella Atika dari Program Magister Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan IPK 3,88, Yulmitra Handayani dari Program Magister Ilmu Syariah Fakultas Syari’ah dan Hukum IPK 3,90, Maulida dari Program Magister Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IPK 3,94, Ridha Hayati dari Program Magister Aqidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam IPK 3,97, Abdul Qoyum dari Program Doktor Studi Islam Pascasarjana IPK 3,90.

Ia mengatakan pendidikan adalah soal persahabatan dan pertemanan. Jagalah teman-teman anda, suatu saat akan bermanfaat. Dalam pendidikan, menghormati guru itu juga penting.

"Oleh karena itu, saya kurang setuju jika pendidikan hanya 'online', daring saja. Saya lebih menyukai pendidikan tatap muka, dengan begitu bisa membangun pertemananan dan jaringan," katanya.

Menurut dia, para orang sukses rata-rata karena mereka punya teman, jaringan, misalnya menjadi menteri dipilih presiden, kebetulan temannya itu dekat dengan yang menentukan. Kemudian secara bahu membahu, "getok tular" membisikkan nama itu jadi menteri.

"Jadi Intinya pendidikan tidak hanya karena ijazah, prestisius, nilai formal, tetapi juga jaringan untuk persiapan apapun yang anda cita-citakan. Anda akan raih dengan kebersamaan, pertemanan, dan jaringan," kata Al Makin.

Menurut dia, jangan meremehkan persahabatan, pertemanan, dan belajar dengan para teman dalam bergurau dan saling mendorong. Semua itu merupakan pendidikan penting.

"Lebih penting lagi, pendidikan itu mendidik anda untuk menghargai pertemanan, kerja sama, dan perluasan cakrawala," kata Al Makin.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021