Petani Gunung Kidul diminta mengisi e-RDKK pupuk bersubdi 2021

id pupuk bersubdi,Gunung Kidul,Petani Gunung Kidul,Dinas Pertanian dan Pangan

Petani Gunung Kidul diminta mengisi e-RDKK pupuk bersubdi 2021

Petani di Gunung Kidul masih kesulitan menggunakan kartu tani dalam menebus pupuk bersubsidi. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta petani, kelompok tani, dan gabungan kelompok tani segera mengisi elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok atau e-RDKK pupuk bersubsidi 2021, termasuk bagi petani yang belum memiliki kartu tani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Raharjo Yuwono di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan lewat e-RDKK, setiap kelompok tani (Poktan) tetap bisa mengajukan permohonan kebutuhan pupuk subsidi.

e-RDKK dibuat berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK) anggota tiap poktan serta luas kepemilikan lahan. Tujuannya agar kuota pupuk subsidi bisa disesuaikan dengan luas lahan tersebut.

"Sesuai e-RDKK, saat ini ada sekitar 129 ribu kartu tani, seluruhnya sudah aktif dan bisa digunakan," ungkap Raharjo.

Terkait sebagian kecil petani di Gunung Kidul yang mengalami kesulitan dalam penggunaan kartu tani, Raharjo meminta petani bisa mengaktifkan kartu tani di kios pupuk lengkap (KPL) pupuk bersubsidi, dan petani bisa langsung menggunakan kartu untuk membeli pupuk sesuai alokasi pupuk yang dibutuhkan. Begitu juga dengan mereka yang fisik kartu taninya hilang.

Bagi mereka yang kartunya hilang, tertukar namanya, atau lain-lain, Raharjo mengatakan proses verifikasi saat ini sudah dan masih terus dilakukan. Proses ini dilakukan oleh Balai Pelatihan Pertanian (BPP) dan bank penyedia layanan kartu tani.

"Mereka yang masih kesulitan tetap mendapat pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan pegawai dinas," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto menyampaikan ada lima jenis pupuk subsidi yang disiapkan. Antara lain Urea, NPK, SP-36, ZA, dan pupuk organik.

Berdasarkan data yang dimiliki, rata-rata tiap jenis pupuk subsidi tersebut sudah ditebus (dibeli) sebagian oleh para petani. Penyediaan pupuk subsidi ini juga terkait dengan musim tanam pertama 2020/2021.

"Mengingat kuotanya sudah ditambah pemerintah pusat, kami pastikan pupuk subsidi mencukupi hingga akhir tahun," kata Bambang.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Harapan Jaya di Kalurahan Putat, Paija mengatakan masih banyak petani yang kerepotan dengan kartu tani. Apalagi baru sebagian yang memilikinya.

Ia mengatakan fisik kartu tani sudah didistribusikan sejak 2017. Saat itu tidak ada tindak lanjut soal penggunaannya, kartu tani milik sebagian petani pun hilang entah ke mana.

"Belum lama ini sudah kami usulkan untuk mendapatkan pengganti. Saat ini masih dalam proses," kata Paija.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar