Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Komisi C DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Nur Subiyantoro menyebut kebijakan Pemerintah Pusat menurunkan harga pupuk bersubsidi menjadi langkah untuk meningkatkan kesejahteraan petani kembali.
Penurunan harga pupuk bersubsidi juga menjadi kabar baik datang bagi para petani di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pemerintah pusat resmi menurunkan harga pupuk subsidi di DIY sebesar 20 persen.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari Fraksi Partai Gerindra DPRD DIY yang menilai langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan menyejahterakan petani.
Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro di Yogyakarta, mengatakan kebijakan ini menjadi angin segar bagi petani yang selama ini menghadapi tingginya biaya produksi akibat mahalnya pupuk.
“Turunnya harga pupuk sebesar 20 persen membuat petani bisa bernapas lebih lega. Ini kebijakan yang sudah lama dinantikan,” ujar Nur dalam rilisnya.
Berdasarkan keputusan Kementerian Pertanian, harga pupuk Urea kini menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan pupuk NPK turun menjadi Rp1.840 per kilogram.
Penyesuaian harga ini langsung disambut positif oleh petani di berbagai wilayah DIY seperti Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo.
Menurut Nur, kebijakan tersebut menjadi jawaban konkret atas keluhan petani yang kesulitan menekan ongkos tanam.
“Dengan harga yang lebih terjangkau, biaya produksi bisa ditekan dan hasil pertanian diharapkan meningkat. Dampaknya akan langsung terasa pada kesejahteraan petani,” jelasnya.
Selain penurunan harga pupuk, Nur juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat sebesar Rp900 ribu, serta memperkuat bantuan sosial pangan untuk 328.770 warga DIY berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Ia menilai kombinasi kebijakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat, baik dari sisi konsumsi maupun produksi.
“Rakyat kecil di dapur terbantu lewat BLT dan bansos, sementara petani di sawah mendapat manfaat dari turunnya harga pupuk. Fraksi Gerindra melihat ini sebagai langkah strategis Presiden Prabowo dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat,” tegas Nur.
Lebih lanjut, Nur menegaskan bahwa Fraksi Gerindra DPRD DIY akan terus mengawal penerapan harga pupuk baru agar sesuai ketentuan dan benar-benar dirasakan oleh petani di lapangan.
“Kebijakannya sudah tepat, tinggal memastikan pengawasan berjalan baik. Kami ingin manfaat ini benar-benar sampai ke petani di seluruh DIY,” pungkasnya.
