BPBD Kulon Progo berencana menambah EWS di Bukit Menoreh

id Kulon Progo,bencana tanah longsor ,sistem peringatan dini,BPBD,TRC

BPBD Kulon Progo berencana menambah EWS di Bukit Menoreh

Bencana tanah longsor mengancam lima kecamatan di kawasan Bukit Menoreh, Kabupaten Kulon Progo. (ANTARA/HO-Tim Reaksi Cepat Girimulyo)

Kulon Progo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana menambah alat sistem peringatan dini (early warning system/EWS) tanah longsor di kawasan Bukit Menoreh yang menjadi zona merah bencana tanah longsor di wilayah ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Kulon Progo Joko Satyo Agus Nahrowi di Kulon Progo, Rabu, mengatakan merujuk data yang dimiliki BPBD Kulon Progo, lima kecamatan di kawasan Bukit Menoreh, yakni Kalibawang, Girimulyo, Samigaluh, Kokap, dan sebagian Pengasih menjadi langganan bencana tanah longsor tiap tahun.

"Saat ini, jumlah sistem peringatan dini yang sudah terpasang di lima kecamatan tersebut sebanyak 17 unit yang tersebar di 17 titik lokasi dengan potensi bencana tanah longsor. Kami berencana menambah EWS karena ada beberapa EWS di beberapa titik sudah tidak berfungsi," kata Joko tanpa merinci.

Ia mengatakan 17 EWS tersebut dipasang di Kecamatan Samigaluh dengan lokasi Desa Ngargosari, Banjarsari, Kebonharjo, Purwoharjo, Pagerharjo dan Sidoharjo. Empat EWS di Kecamatan Kokap meliputi Desa Hargotirto, Hargowilis, Kalirejo dan Hargomulyo. Kemudian, tiga EWS di Kecamatan Girimulyo meliputi Desa Giripurwo, Jatimulyo dan Purwosari.

Selanjutnya, tiga EWS di Kecamatan Kalibawang meliputi Desa Banjarsari dua EWS dan satu EWS di Banjaroya. Serta satu EWS di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih.

"Ada tiga EWS sisanya masih kami simpan sebagai cadangan di kantor BPBD Kulon Progo. Nanti akan dipasang apabila ada desa yang memerlukan. Seluruh EWS yang telah terpasang tersebut masih aktif," kata Joko.

Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati meminta BPBD Kulon Progo benar-benar melakukan mitigasi potensi bencana untuk menekan korban jiwa dampak tanah longsor. Saat ini, baru memasuki musim hujan sudah ada beberapa lokasi titik longsor, dan beberapa diantaranya menutup akses jalan masyarakat.

"Kami berharap BPBD Kulon Progo dan tim relawan siaga bencana 24 jam. Kami juga minta mitigasi bencana benar-benar menjadi perhatian serius BPBD dan tim," harapnya.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kulon Progo pada Senin (22/11) dengan intensitas tinggi, menyebabkan 19 titik longsor di kawasan Bukit Menoreh. Sebelumnya, ada dua titik lokasi di Kecamatan Girimulyo yang menutup akses jalan, salah satunya menutup jalan menuju objek wisata Kedung Pedut.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021