Logo Header Antaranews Jogja

Legislator DPRD DIY Ika Damayanti perjuangkan kesejahteraan guru honorer

Rabu, 13 Mei 2026 12:21 WIB
Image Print
Anggota DPRD DIY Ika Damayanti Fatma Negara memberikan pelukan semangat kepada guru honorer di Kulon Progo. (ANTARA/HO-Dokumen istimewa)

Kulon Progo (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta Ika Damayanti Fatma Negara berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan guru honorer untuk guru sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan di wilayah tersebut karena masih perlu ditingkatkan.

Ika Damayanti Fatma Negara di Kulon Progo, Rabu, mengatakan saat ini, honor guru honorer guru SMA/SMK berkisar Rp400 ribu per bulan.

"Aspirasi dari guru SMA/SMK di Kulon Progo ini kami tampung, dan akan kami sampaikan ke Pemda DIY dan Pemerintah Pusat supaya ada kenaikan honor guru honorer ke depannya," kata Ika Damayanti.

Ia mengatakan pada saat pelatihan kemampuan AI bagi guru SMA/SMK oleh Balai Dikmen DIY, guru honorer mengeluhkan rendahnya honor mereka. Hal ini tidak sebanding dengan relawan SPPG yang melayani MBG dinilai sangat besar.

Namun demikian, Ika mengatakan bahwa guru honorer memang menghadapi tantangan yang sangat berat, terutama soal kesejahteraan. Menurutnya, keresahan itu wajar ketika mereka membandingkan dengan profesi lain yang penghasilannya terlihat lebih tinggi. Tapi kita juga perlu melihat bahwa setiap program punya skema, sumber anggaran, dan beban kerja yang berbeda. Untuk anggaran MBG bersumber dari APBN sementara untuk gaji honorer dari APBD.

"Kami akan memperjuangkan aspirasi mereka supaya kesejahteraan meningkat ," katanya.

Lebih lanjut, politisi dan sekaligus Ketua DPC Gerindra Kulon Progo ini mengucapkan terima kasih kepada guru honorer karena tetap hadir, tetap sabar, dan tetap mengajar dengan hati, bahkan saat lelah sering tidak terlihat dan perjuangan belum sepenuhnya dihargai.

"Semoga setiap langkah pengabdian menjadi ladang pahala. Setiap ilmu yang diberikan menjadi cahaya untuk masa depan anak-anak bangsa, dan setiap doa yang dipanjatkan kembali sebagai jalan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan," katanya.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD DIY ini juga berharap kepada guru honorer jangan pernah merasa kecil karena status. Sebab yang membesarkan seorang guru bukan gaji atau jabatan, melainkan ketulusan saat mencerdaskan kehidupan.

"Tetap kuat, tetap semangat!. Indonesia berdiri hari ini karena ada guru-guru hebat seperti guru kalian," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026