
Pemkot Yogyakarta tambah fasilitas umum dukung pengembangan ekonomi wilayah

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus mengupayakan penambahan fasilitas umum berbasis kelurahan dengan memanfaatkan dana pembangunan strategis untuk mendukung pengembangan ekonomi wilayah.
"Salah satunya adalah tambahan fasilitas umum di Kelurahan Kotabaru. Harapannya, ada efek domino yang dapat dirasakan masyarakat terutama untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan," kata Camat Gondokusuman Guritno di sela peresmian fasilitas umum di Kelurahan Kotabaru Yogyakarta, Kamis.
Fasilitas umum yang kemudian diberi nama Pitstop tersebut dibangun dengan menyulap lahan yang berada di depan asrama Kompi Kotabaru dengan menambah berbagai fasilitas seperti lapangan olahraga, tempat bermain anak, otoped, pendopo, hingga tempat untuk memajang produk pelaku UKM di wilayah tersebut.
Baca juga: DLH Yogyakarta buat sumur resapan di sekolah dan fasilitas umum
Menurut Guritno, penambahan fasilitas umum di Kelurahan Kotabaru akan kembali dilanjutkan pada 2023 dengan penataan bantaran Sungai Code yang berada di dekat Jembatan Kewek.
Sebelumnya sudah dilakukan upaya penataan di kawasan tersebut melalui kegiatan padat karya dengan membangun jalan dan tahun depan akan dilanjutkan dengan penataan yang lebih luas sehingga memberikan wajah baru di bantaran sungai tersebut.
"Dana untuk kelurahan memang tidak banyak. Tetapi penggunaannya bisa difokuskan ke satu kegiatan saja agar hasilnya bisa dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.
Sementara itu Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi yang meresmikan Pitstop berharap fasilitas tersebut mendukung pengembangan kawasan Kotabaru sebagai tujuan wisata.
"Bisa saja wisatawan yang sedang bersepeda berhenti sebentar di fasilitas umum ini. Tentunya ada peluang ekonomi yang bisa digarap oleh masyarakat sekitar," katanya.
Ia pun berharap masyarakat dapat mempromosikan fasilitas umum tersebut sehingga dikenal luas dan dikunjungi oleh masyarakat atau wisatawan. Fasilitas umum Pitstop akan dikelola oleh Karang Taruna setempat. "Harus dipromosikan supaya dikenal luas sehingga dampak pada perekonomian masyarakat bisa lebih cepat dirasakan," katanya.
Baca juga: Sleman membolehkan anak usia di bawah 12 tahun kunjungi fasilitas umum
Baca juga: Pemkab Bantul terbitkan IMB fasilitas umum 492 bangunan
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
