
Universitas diminta jadi pusat riset energi terbarukan

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendorong Universitas Hasanuddin menjadi pusat riset energi terbarukan di Indonesia.
Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan dorongan ini berdasarkan potensi yang dimiliki Unhas dengan kondisi Sulsel, misalnya ketersediaan energi terbarukan dan potensinya yang belum digarap.
“Karena kita melihat, kita ini over suplai listrik sebenarnya sehingga peluang besar untuk Unhas. Karena waktu saya kuliah di sini, sudah ada laboratorium kecil untuk energi terbarukan di fakultas teknik,” katanya saat sambutan Upacara Ke-66 Tahun Unhas di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Makassar, Sabtu.
Ia menyebutkan over suplai ini perlu untuk dimanfaatkan termasuk untuk dijual. Over suplainya bahkan mencapai 500 megawatt. Pembangkit listrik tenaga angin (bayu) terdapat di Sidrap, hydro power bahkan akan lagi dibangun beberapa pembangkit listrik lainnya.
Di sisi lain, luasan lahan untuk pengelolaan nikel di tiga provinsi yakni Sulsel, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara mencapai 118.000 hektare. Nikel sendiri merupakan bahan baku untuk pembuatan baterai.
“Itu adalah potensi besar untuk jadi baterai. Karena kita sudah ada listriknya, tinggal penampungannya,” ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Sulsel dorong Unhas jadi pusat riset energi terbarukan
Pewarta : Abdul Kadir
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
