
AQUA Klaten menerima Anugerah Prakarsa Inklusi

Yogyakarta (ANTARA) - PT Tirta Investama – Pabrik Klaten (AQUA Klaten) menerima Anugerah Prakarsa Inklusi dari Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia (KND RI) Dante Rigmalia.
Anugerah ini diberikan atas dukungan perusahaan pada Gerakan Indonesia Inklusif dan ramah disabilitas. Pada kesempatan yang sama Ketua KND RI mencanangkan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten sebagai Desa Inklusi Yang Ramah & Peduli Disabilitas.
Kegiatan ini digelar di Balai Desa Kranggan, Selasa, dihadiri sekitar 50 disabilitas dari 3 desa yaitu Kranggan, Janti, dan Sidowayah. Hadir pula dari Poltekes Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Sebelas Maret juga beberapa kepala OPD terkait dari Pemerintah Kabupaten Klaten bersama Muspika 3 kecamatan yaitu Karanganom, Tulung, dan Jatinom.
Inklusi adalah sebuah pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka untuk siapa saja dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda.
Saat ini masyarakat banyak yang belum memahami bahwa sekolah inklusi atau inklusi center adalah sekolah dengan metode khusus untuk mengembangkan bakat khusus yang dimiliki disabilitas. Selain itu juga sebagai wadah untuk berinteraksi antara sesama disabilitas maupun keluarganya.
Pencanangan 3 desa yang ramah dan peduli disabilitas ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, tepatnya April 2022 lalu di Balai Desa Ponggok yaitu pengukuhan Kecamatan Polanharjo sebagai kecamatan inklusi dan ramah disabilitas dengan nama Difa Tangguh Polan Mandiri.
Menyusul Kecamatan Karanganom yang juga sudah memberlakukan inisiatif serupa sejak 2016. Pengukuhan waktu itu dilakukan oleh Kikin Tarigan, Komisioner KND RI.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Klaten Yoenanto Sinung Noegroho menyampaikan data bahwa di Kecamatan Polanharjo terdapat 417 jiwa disabilitas, sementara secara total di Kabupaten Klaten tercatat 11.661 jiwa disabilitas.
"Mereka dikategorikan dalam 4 kelompok yaitu disabilitas fisik, intelektual, mental, dan sensorik. Mereka semua perlu mendapat perhatian bersama," kata Sinung.
AQUA Klaten sejak 2016 telah mendampingi Inklusi Center Kecamatan Karanganom (ICKK) yang menaungi 120 disabilitas, 40 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan pemberdayaan ekonomi untuk 15 kepala keluarga, masyarakat, dan relawan di Karanganom.
Selain memfasilitasi inklusi center, juga membentuk kelembagaan yang mengelola inklusi center secara lebih baik. Praktik baik dari Karang Anom ini yang kemudian diduplikasi pada kelembagaan Difa Tangguh Polan Mandiri yang bergerak aktif di Kecamatan Polanharjo.
Saat ini tercatat terdapat 25 relawan aktif, didukung 4 terapis profesional dan 7 fasilitator, pelatihan terus dilakukan untuk mengembangkan sumber daya tersebut. Secara berkala mereka berkumpul di Inklusi center di Aula Desa.
Mereka mendapat pemeriksaan Kesehatan dan terapi gratis yang dilakukan oleh tenaga medis dari PMI Kabupaten Klaten. Selain itu, orang tua juga dilatih supaya mampu melakukan terapi sendiri di rumah.
Secara psikologis mereka juga berlatih mengenali dan mengembangkan bakat anaknya. Kegiatan setiap minggu ini juga menjadi wadah mereka bersilaturahmi, berbagi dan saling menguatkan semangat.
Ketua KND RI Dante Rigmalia yang hadir secara khusus bersama timnya menyampaikan bahwa tantangan terbesar adalah masih ada stigma di keluarga sendiri yang menghambat disabilitas untuk berkembang.
"Apresiasi saya sampaikan kepada semua pihak yang terlibat, relawan, pemerintah kecamatan, desa, akademisi juga AQUA Klaten yang telah memfasilitasi, memberikan perhatian dan pendampingan pada disabilitas," katanya.
Dante juga meresmikan fasilitas disabilitas di Posyandu Jiwa, yang menjadi bagian dari Poliklinik Desa Kranggan.
Pada kesempatan yang sama, Plant Director AQUA Klaten I Ketut Muwaranata saat menerima Anugerah Prakarsa Inklusi mengatakan bahwa pendampingan dan pemberdayaan disabilitas sudah sejalan dengan misi Danone yaitu One Planet One Health. Dalam arti lestarinya bumi dan sehatnya diri menjadi hal yang saling terkait.
"Kami berkomitmen untuk terus mendorong upaya-upaya memberikan kesempatan yang sama kepada saudara-saudara disabilitas. Tidak hanya penyediaan fasilitas khusus untuk karyawan disabilitas. Pendampingan juga diberikan kepada saudara-saudara disabilitas di sekitar wilayah operasional," katanya.
"Harapan kami, kolaborasi dengan pendekatan pentahelix ini bisa diperkuat dan menginspirasi semakin banyak pemangku kepentingan bisa mengambil peran untuk memberikan kesempatan saudara-saudara kita disabilitas," kata Ketut.
Pewarta : SP
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
