Jakarta (ANTARA) - Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjadi jantung untuk menghidupkan satu data pendidikan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusdatin Kemendikbudristek M. Hasan Habibie pada acara "Pencanangan pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi Pusdatin dan Balai Layanan Platform Teknologi" di Jakarta, Senin malam.
"Paling tidak ada tiga hal besar yang dilakukan Pusdatin dan menjadi jantung satu data di Kemendikbudristek, pertama tentunya mengelola pusat data di kementerian, kemudian koordinator Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dan pembinaan jabatan fungsional," kata Chasan.
Ia memaparkan, tahun 2022 setelah dilakukan asesmen oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) berkaitan dengan SPBE, Kemendikbudristek meraih angka 3,86.
"Nilai 3,86 ini merupakan salah satu indikator bahwa ekosistem digital yang ada di Kemendikbudristek ini betul-betul siap untuk memberikan layanan yang berkualitas," ujar dia.
Ia juga menyatakan bahwa angka yang berhasil dicapai pada tahun 2022 dan diumumkan pada tahun 2023 itu, adalah pencapaian tertinggi indeks SPBE untuk tingkat kementerian dan kabupaten/kota.
"Bapak Presiden juga berkali-kali menyampaikan percepatan transformasi digital. Kita di Pusdatin dan Kemendikbudristek secara keseluruhan sangat yakin bahwa SPBE yang kita capai di tahun kemarin 3,86 itu merupakan fondasi yang kuat dalam government as a platform," ucapnya.
Melalui capaian tersebut, Kemendikbudristek lewat Pusdatin akan siap dan mampu memimpin transformasi digital di bidang pendidikan dan kebudayaan.
"Kita tidak lagi mendapati banyak sekali aplikasi data, bicara tentang SPBE ada dua, satu ada di data pokok pendidikan (dapodik) karena itu merupakan produsen data, dan kedua ada di Pusdatin Kemendikbudristek, yang melakukan verifikasi dan validasi sehingga data itu betul-betul bersih," tuturnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pusdatin Kemendikbudristek jadi jantung hidupkan satu data pendidikan
