Logo Header Antaranews Jogja

Sejumlah kecamatan dilanda longsor-banjir lumpur

Minggu, 26 November 2023 00:55 WIB
Image Print
Satu rumah warga di Kampung Pasir Muncang, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak rusak setelah tanah longsor yang menyeret dan menumbangkan pohon sehingga batang pohon tersebut menimpa rumah.  Personel P2BK Nagrak pun berupaya mengevakuasi batang pohon itu. ANTARA/Aditya Rohman

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyebutkan beberapa kecamatan di daerah ini dalam dua hari terakhir dilanda bencana tanah longsor dan banjir lumpur.

"Bencana tersebut dipicu cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi di mana hujan deras disertai angin kencang hampir turun sepanjang hari sejak Jumat, (24/11) hingga Sabtu, (25/11)," kata Humas BPBD Kabupaten Sukabumi Sandra Fitria di Sukabumi Sabtu.

Adapun data bencana yang diterima BPBD Kabupaten Sukabumi, bencana tanah longsor dan banjir bandang terjadi di Kampung Cigadog, RT 01/03, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug menjebol saluran irigasi serta mengikis jalan penghubung antarkampung.

Bencana serupa mengakibatkan jalan penghubung di Kampung Babaka Jaampang, RT 19/07, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi terkikis. Selanjutnya, tebing tanah dengan tinggi tujuh meter dan panjang13 meter di Kampung Jelegong, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak longsor mengakibatkan akses jalan masyarakat tertutup dan satu rumah warga dindingnya jebol terdampak longsor.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, tebing setinggi 25 meter dengan panjang sekitar 20 meter di Kampung Bobojong menutup aliran anak saluran air Cinagrak sehingga air meluap serta menimbun kolam pemancingan warga.

Longsor tebing dengan panjang dan tinggi empat meter juga terjadi di Kampung Ciawitali, RT 005/003, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak sehingga satu rumah yang dihuni empat jiwa jebol pada bagian dapur.

Selanjutnya longsor di Kampung Pamuruyan, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak mengakibatkan satu rumah warga yang dihuni tiga jiwa tertimbun, namun tidak ada korban jiwa dan luka atas kejadian ini, hanya penghuninya harus mengungsi.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026