Logo Header Antaranews Jogja

Simak penjelasan Didiet Maulana soal pakem berkebaya

Senin, 29 Juli 2024 18:25 WIB
Image Print
Perancang busana Didiet Maulana (kiri) dan penyanyi Nina Tamam berbicara dalam acara Kebaya Wicara di Pos Bloc, Jakarta, Minggu (28/7/2024). (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jakarta (ANTARA) - Banyak orang senang mengenakan kebaya karena keanggunannya dan identitas budaya yang kuat, desainer Didiet Maulana menjelaskan pakem atau aturan berkebaya yang mungkin belum tentu banyak diketahui orang.

“Kebaya itu adalah busana yang memiliki bukaan depan,” kata dia pada gelaran Kebaya Fest di Pos Bloc, Pasar Baru, Jakarta, Minggu.

Desainer yang belasan tahun berkiprah di dunia mode dan telah meneliti kebaya selama enam tahun itu memaparkan bahwa kebaya memiliki pakem yang hadir sejak awal kelahirannya.

Kebaya yang masih mengindahkan pakem-pakem disebut kebaya klasik. Ada beberapa hal yang menjadi pakem sebuah kebaya klasik, antara lain memiliki bukaan di bagian depan, menggunakan kancing, peniti atau bros yang sekaligus berfungsi sebagai aksesori, memiliki variasi panjang, mulai dari sejajar dengan panjang lengan, hingga ke lutut.

Selain itu, kebaya sesuai pakem juga memiliki variasi di bagian bawah, yaitu potongan lurus atau lancip.

Sementara baju yang menyerupai kebaya, namun, memiliki bukaan di bagian belakang buka lah kebaya, melainkan baju kurung, Didiet Maulana mengungkapkan.

Meski begitu, Didiet tak mengelakkan perkembangan dunia mode saat ini, termasuk kebaya, yang kini telah banyak mengalami modifikasi.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kebaya pakem atau kebaya modern? Ini penjelasan Didiet Maulana



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026