Logo Header Antaranews Jogja

Dokter ingatkan jangan sembarangan memindahkan korban kecelakaan

Jumat, 27 September 2024 15:31 WIB
Image Print
Evakuasi terhadap korban kecelakaan yang menimpa kendaraan minibus jenis pickup grand max di Jalan Muntok, Desa Kace. (ANTARA/ HO-Humas Kansar Pangkalpinang)

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi lulusan Universitas Indonesia (UI) dr Imamul Aziz Albar, Sp.OT(K), Sp.Em, M.Pd.Ked mengingatkan agar jangan sembarangan memindahkan orang tergeletak setelah mengalami kecelakaan untuk mencegah timbulnya cedera fatal yang membahayakan korban.

"Karena kita tidak tau nih, tau-tau kita mobilisasi atau kita pindahkan (korbannya), ternyata cederanya di leher. Karena leher itu kan kayak gardu listrik ya, jadi nanti bisa fatal (cederanya)," kata Imamul dalam diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Ia menganjurkan apabila melihat korban yang kecelakaan lalu lintas, hal pertama yang dapat dilakukan adalah mengamankan lokasi korban tergeletak dari kendaraan lain yang melintas. Setelah itu, segera panggil bantuan ambulans dan menyerahkan penanganan korban kepada petugas medis.

"Jadi, minimal kita membantu mengamankan lokasi, terus kita membantu memanggilkan orang-orang yang berkompeten untuk bantu kita menolong," imbuhnya.

Ketika mengalami cedera akibat kecelakaan, papar Imamul, korban umumnya mengeluarkan dua jenis respons. Pertama, dia merasakan kesakitan hingga berteriak dan kedua orang tersebut diam seolah tidak merasakan apa-apa atau bahkan tidak sadarkan diri.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dokter: Jangan sembarangan memindahkan korban kecelakaan



Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026