Jakarta (ANTARA) - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian mengungkapkan kronologi cederanya pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Ginting.
"Ginting mengalami cedera tulang rawan dan peradangan otot di bagian bahu kanan. Cedera ini dialami Ginting saat persiapan Olimpiade. Pada saat itu sudah dilakukan penanganan awal namun belum cukup komprehensif karena sudah mendekati Olimpiade," kata Eng Hian dikutip dari PBSI, Rabu.
Setelah Olimpiade, lanjut dia, Ginting merasakan nyeri yang sudah tidak dapat di toleransi sehingga dilakukan pemeriksaan secara komprehensif dan disarankan untuk melakukan terapi secara menyeluruh hingga sembuh total dan juga memaksimalkan performa tangannya.
Usai menjalani terapi, Ginting diperkirakan bisa tampil di All England 2025 pada awal Maret. Namun pebulu tangkis 28 tahun tersebut merasakan cederanya kambuh sehingga memutuskan absen.
Ia pun absen di Kejuaraan Asia 2025 di Ningbo, China pada 8-13 April dan posisinya digantikan Alwi Farhan.
Berdasarkan MRI, dokter spesialis orthopedi konsultan bahu dan dokter spesialis kedokteran olahraga memberikan lima tahap program penanganan yang memakan waktu minimal tiga bulan. Penanganan difokuskan pada terapi penguatan otot-otot penunjang sekitar bahu supaya lebih kuat dan tidak rentan cedera.
Saat ini Ginting telah memasuki terapi fase kedua dan diharapkan sudah mulai bisa berlatih ringan menggunakan bahu kanannya.