Jakarta (ANTARA) - Indonesia bergerak cepat menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi di Myanmar. Kementerian Pertahanan mengirimkan 12 ton logistik kemanusiaan melalui pesawat Hercules, Senin (1/4), dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Bantuan tersebut berasal dari TNI, Basarnas, Baznas, serta berbagai elemen pemerintah dan masyarakat. Isinya meliputi tenda, makanan, selimut, obat-obatan, serta perlengkapan medis lainnya yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian Indonesia terhadap sesama, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan saat melepas keberangkatan bantuan.
Baca juga: Fakta penting seputar gempa di Myanmar
Baca juga: "Seperti Kiamat", Warga Myanmar ceritakan dahsyatnya gempa kembar magnitudo 7,7
Bantuan kemanusiaan ini akan transit di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, sebelum diterbangkan ke Bandara Naypyidaw, Myanmar, oleh TNI Angkatan Udara.
Tidak hanya logistik, Indonesia juga mengerahkan 39 personel militer dari berbagai satuan elite—pilot Hercules, Korps Marinir, Kopassus, Kopasgat, hingga Kostrad.
Mereka ditugaskan untuk mendirikan posko pengungsian, melakukan pencarian korban, hingga memberikan pertolongan medis langsung di lokasi terdampak.
“Mereka juga akan menjadi tim advance untuk memberikan pertolongan pertama bagi para korban,” tegas Donny.
Misi ini dipastikan akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan, dengan harapan mampu memperkuat peran Indonesia dalam misi perdamaian dan kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga: Myanmar tetapkan Pekan Berkabung Nasional pascagempa mematikan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhan kirim 12 ton bantuan logistik untuk korban gempa Myanmar