Logo Header Antaranews Jogja

BEM Amikom Yogyakarta desak transparansi kasus aksi demonstrasi

Kamis, 4 September 2025 21:57 WIB
Image Print
BEM Universitas Amikom Yogyakarta menggelar Aksi 1.000 Lilin untuk korban almarhum Rheza Sendy Pratama di Universitas Amikom Yogyakarta, pada Kamis, (4/9/2025). ANTARA/Amalia Melati Qurrota Ayuni

Yogyakarta (ANTARA) - BEM Universitas Amikom Yogyakarta mendesak adanya transparansi kasus Aksi demonstrasi yang renggut nyawa termasuk teman mereka Rheza Sendy Pratama, dalam insiden aksi demonstrasi di Yogyakarta pada 31 Agustus 2025.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh Alvito Afriansyah, selaku Presiden Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, pada Aksi 1.000 Lilin untuk korban almarhum Rheza Sendy Pratama yang digelar di Universitas Amikom Yogyakarta, pada Kamis, (4/9/2025).

Alvito Afriansyah menyampaikan tiga poin utama dalam pernyataan sikap BEM Amikom Yogyakarta, pertama, pihaknya mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian saat penanganan aksi demonstrasi sehingga menimbulkan korban jiwa.

Kedua, BEM mendesak Polda DIY untuk segera mengusut tuntas penyebab kematian dan segala bentuk kekerasan aparat secara transparan. Ketiga, mereka menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk bertanggung jawab dan menjamin perlindungan hak-hak konstitusional rakyat.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD DIY kunjungi rumah duka mahasiswa meninggal saat demo

Baca juga: Propam Polda DIY memeriksa 10 saksi terkait kematian mahasiswa Amikom

Dalam upaya mewujudkan keadilan, Alvito menegaskan bahwa pihak kampus telah menjalin komunikasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), yang akan mendampingi mereka dalam tuntutan terhadap aparat dan pihak terkait. Alvito menambahkan, pihaknya siap berpartisipasi dalam audiensi yang akan digelar untuk menuntut keadilan atas kejadian yang menimpa Rheza.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Amikom Yogyakarta Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa kampus masih menunggu respons dari pihak kepolisian, dengan harapan konfirmasi terkait hal ini bisa segera disampaikan pada 11 September mendatang.

"Kami masih menunggu konfirmasi yang diberikan, tapi saya kira tanggal 11 September sepertinya konfirmasi untuk jawabannya" kata Fauzi.

Baca juga: Kompolnas awasi proses penanganan kasus kematian mahasiswa Amikom Yogya

Baca juga: Mahasiswa Amikom tewas diduga saat aksi demo, Kapolri: Sedang didalami




Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026